Kimia Itu Asik
pembelajaran kimia adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan bahan ajar materi kimia dan dilaksanakan dengan menarik sehingga siswa memperoleh berbagai pengalaman di bidang kimia sesuai dengan standar isi sehingga timbul perubahan dalam pengetahuan
Sumber Belajar ya Dirumah Belajar
.Berbagai macam Pembelajaran di rumah belajar yang bisa kamu temui.
Ayo Ikut PEMBATK
Sebagai upaya pembelajaran Berbasis TIK guru dituntun untuk mengenalkan dan mempelajari Pyang ada pada portal rumah belajar
Selasa, 26 Oktober 2021
2.1.a.10.1JURNAL REFLEKSI- MINGGU 9
Rabu, 20 Oktober 2021
1.4.a.9 Koneksi Antar Materi
- Koneksi Antar Materi. Filosofi Ki Hadjar Dewantara, Nilai dan Peran Guru Penggerak, Visi Guru Penggerak dan Budaya Positif
Refleksi
filosofi pendidikan nasional Ki Hadjar Dewantara menjadi titik awal dalam
memahami arti pendidikan sesungguhnya. Pendidikan anak sejatinya adalah melihat
kodrat diri anak dengan selalu berhubungan dengan kodrat zaman. Mendidik
dengan hati nurani menuntun anak dengan gaya belajarnya sendiri berdasarkan
kodrat dirinya membawa mereka mampu menguasai ketrampilan abad 21 sesuai
tuntutan kodrat zaman untuk bekal masa depan mereka. Menuntun dengan
mengedepankan Akhlakul karimah sebagai contoh nyata agar terbentuk perilaku
yang baik, mengajar dengan memberikan motivasi agar mereka tertarik dan
berpartipasi aktif sehingga tujuan pembelajaran tercapai tanpa mereka
merasa dipaksa. Agar menjadi sosok guru profesional yang ideal
ala Ki Hajar Dewantara, maka guru harus selalu melakukan perubahan diri menuju
ke arah lebih baik, guru harus menempatkan diri sebagai pendidik, pengajar,
pembimbing, penasehat, motivator, penuntun, tegas dan terhormat dan tentunya di
cintai oleh anak. Anak didik adalah ibarat benih padi dan guru adalah
petani sedangkan sekolah adalah ladang tempat benih disemai dan tumbuh.
Setiap benih punya keistimewannya masing-masing dan tugas petani untuk memberi
perlakuan menurut keistimewaannya. Agar benih itu bisa menghasilkan padi
yang berkualitas tinggi tentunya si petani harus memiliki ilmu bercocok tanam
yang memadai. Ladang yang subur ikut berperan juga dalam menentukan
kualitas padi. Begitu juga dengan anak, setiap mereka memiliki keistimewaan
tersendiri dan tugas guru untuk memberi perlakuan menurut keistimewaanya selain
itu sekolah sebagai tempat berlangsungnya pendidikan juga harus mampu
memberikan fasilitas terbaiknya untuk dapat melahirkan lulusan yang
berkualitas, berbudi pekerti luhur dan mampu bersaing sesuai tuntutan zaman.
Sebagai
seorang guru penggerak dituntut untuk memahami nilai dan perannya. peran
guru penggerak adalah mengembangkan diri sendiri dan orang lain, memimpin
pembelajaran, memimpin manajemen sekolah dan memimpin pengembangan sekolah.
Peran yang harus dimiliki adalah menjadi pemimpin pembelajaran,menggerakkan
komunitas praktisi, menjadi mentor/coach bagi guru lain, dan mendorong kolaborasi
antar guru dan mewujudkan kepemimpinan murid. Sedangkan nilai guru penggerak
adalah mandiri, reflektif, kolaboratif,inovatif dan berpihak kepada murid.
Langkah selanjutnya adalah merumuskan visi yaitu mewujudkan
merdeka belajar Untuk Mencapai Pelajar Yang Memiliki Karakter Pancasila.
Sehingga dengan adanya visi yang telah dibuat, dalam melaksanakannya akan lebih
terarah. Dalam mewujudkan merdeka belajar Untuk Mencapai Pelajar Yang
Memiliki Karakter Pancasila tentunya tidak akan terwujud oleh
satu pihak saja tapi dengan kolaborasi dari setiap pemangku kepentingan
dengan pendekatan Inkuiri Apresiasi (IA). Inkuiri Apresiatif dikenal sebagai
pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan yang
disusun dalam Peta Kekuatan
Untuk mewujudkan merdeka belajar Untuk
Mencapai Pelajar yang Memiliki Karakter Pancasila sangat di perlukan
menumbuhkan budaya positif yang nantinya akan menjadi budaya sekolah. Jika
dikaitkan dengan budaya positif di sekolah, maka bisa di uraikan sebagai
nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang
berpihak pada murid yang dijalankan oleh semua warga sekolah. Untuk
dapat mewujudkan budaya positif ini, guru memegang peranan penting, guru
perlu mencari strategi, cara yang efektif dan tepat untuk dapat mewujudkan
budaya positif baik lingkup kelas maupun sekolah.
Jurnal Minggu ke 8- Budaya Posistif
Pada minggu ini saya mengikuti 2 kegiatan yaitu membentuk komunitas praktisi di sekolah dan Kegiatan Sesi Elaborasi Pemahaman tentang Budaya Positif bersama Instruktur.
Dalam Pembentukan Komunitas Praktisi saya mengajak rekan-rekan guru di sekolah untuk membentuk komunitas praktisi yang nantinya menjadi wadah untuk saling berbagi informasi - informasi terbaru di bidang pendidikan maupun berbagi praktik positif selain itu juga menjadi tempat bagi anggota komunitas untuk sharing permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran dan mencari solusi terbaik dari permasalahan-permasalahan baik dalam pembelajaran maupun di sekolah.
Kegiatan yang kedua adalah sesi elaborasi pemahaman dengan instruktur ibu Ameliasari Tauresia Kesuma.
Kegiatan dilaksanakan melalui ruang virtual pada tanggal 15 Oktober 2021 pukul 13.00 wib s/d 14.30 wib yang dipandu oleh instruktur ibu Amelia. Kegiatan kali ini sangat menarik karena materi budaya positif yang dipaparkan adalah keseharian yang dialami oleh guru. Pemaparan dari pemateri sangat lugas dan mampu membuat saya khususnya lebih memahami tentang budaya positif yang seharusnya berkembang di lingkungan sekolah.
Rabu, 13 Oktober 2021
1.4.a.6.1 Refleksi Terbimbing- Budaya Positif
1. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep inti yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: disiplin positif, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan segitiga Restitusi. Adakah hal-hal yang menarik untuk Anda dan di luar dugaan?
Setelah mempelajari modul tentang budaya positif banyak pemahaman baru yang saya dapatkan yaitu:
- Disiplin Positif. Disiplin positif mendorong sisiwa untuk memiliki disiplin dari dalam diri bukan disiplin karena orang lain atau untuk mendapatkan sesuatu. karena disiplin diri dapat membuat seseorang menggali potensinya menuju kepada sebuah tujuan, sesuatu yang dihargai dan bermakna dan hal ini karena didorong oleh motivasi mereka untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya.
- Ada lima posisi kontrol yaitu penghukum, pembuat orang merasa bersalah, teman, pemantau, dan manajer. tujuan akhir dari 5 posisi kontrol seorang guru adalah posisi manajer hal ini dikarenakan di posisi kontrol manajer seorang guru dapat mengarahkan siswanya untuk menjadi pribadi yang mandiri, merdeka, dan bertanggung jawab atas segala perilaku dan sikapnya yang pada akhirnya siswa ini akan memiliki disiplin diri
- Ada 5 kebutuhan Dasar Manusia yaitu Kebutuhan bertahan hidup,kebutuhan untuk diterima, kebutuhan pengakuan atas kemampuan, kebutuhan akan pilihan, dan kebutuhan akan merasa senang. Konsep inti yang saya pahami dari dari 5 kebutuhan dasar manusia adalah semua tingkah laku, sikap atas sesuatu yang dilakukan oleh seseorang merupakan pemenuhan dari kebutuhan dasar. Dalam konteks siswa, setiap perilaku siswa tentunya ada alasan dibaliknya dan ini berhubungan erat dengan kebutuhan dasar tadi, sebagai seorang pendidik kita harus bisa memahami kebutuhan dasar apa yang mereka ingin penuhi karena ini akan berdampak terhadap proses dan tujuan pembelajaran di kelas.
- Keyakinan kelas dibuat dan disepakati bersama oleh guru dan semua siswa yang nantinya akan menjadi kebiasaan yang akhirnya membentuk sebuah budaya positif.
- Segitiga Restitusi adalah tahapan dalam penerapan restitusi yaitu menstabilkan Indentitas, validasi tindakan yang salah (semua perilaku memiliki alasan, menayakan keyakinan ( Motivasi internal ).
- Semua materi yang di papar dalam modul sangat menarik bagi saya, dan bisa menjadi pantron saya dalam merefleksi proses pembelajaran saya selama ini. Point penting dalam refleksi saya adalah apakah siswa saya disiplin karena motivasi internal atau eksternal. Posisi kontrol apa yang sudah saya terapkan ke siswa saya.Kebutuhan dasar apa yang mendasari perilaku siswa saya.
- Pengalaman saya adalah dalam menghadapi perilaku siswa saya di kelas terhadap motivasi belajar yang rendah. langkah yang saya lakukan adalah memanggil siswa tersebut secara pribadi dan menanyakan alasannya kenapa kurang berminat dalam belajar dalam hal ini saya mengambil peran posisi kontrol teman. Dari jawaban siswa saya bisa menemukan kebutuhan dasar apa yang siswa butuhkan dan mengambil posisi kontrol manajer untuk mendorong siswa tersebut untuk semangat dalam proses pembelajaran.
- Pernah. Pada saat saya menghadapi permasalahan siswa yang sering tidak mengerjakan tugas dan kurang berminat dalam belajar. Saya memanggil siswa tersebut dan menanyakan alasannya dan juga kendalanya dalam menyelesaikan tugas dan mengikuti pelajaran dan menanyakan juga kesepakatan kelas apa yang sudah siswa tersebut langgar. selanjutkan saya memberikan motivasi ke siswa tersebut untuk menyadari kesalahannya dan menyemangatinya untuk terus belajar.
- memahami kebutuhan dasar dari siswa saya dan menentukan posisi kontrol yang tepat pada saat saya menghadapi siswa.
- sangat penting, sebagai individu saya lebih memahami kebutuhan dasar manusia, sebagai pemimpin pembelajaran saya lebih memahami posisi kontrol apa yang saya ambil terhadap murid saya. dan bagaimana menumbuhkan motivasi internal bagi siswa sehingga mereka memiliki disiplin yang kuat yang berasal dari diri
- yang bisa saya lakukan adalah berdiskusi, berbagi ilmu dan berkolaborasi dengan rekan guru mengenai budaya positif yang sudah berjalan disekolah saya dan menentukan budaya positif lainnya yang bisa kami terapkan disekolah.
- Menurut saya konsep penting untuk dipelajari dalam proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas maupun sekolah adalah karakter siswa, gaya belajar siswa dan lingkungan sosialnya
- Langkah awal yang saya l akukan adalah memahami materi. merefleksi pembelajaran saya sebelumnya baik dalam proses pembelajaran maupun sikap saya dalam menangani siswa bermasalah. Setelah itu bersama komunitas berdiskusi, berbagi ilmu dan berkolaborasi dengan rekan guru mengenai budaya positif yang sudah berjalan disekolah saya dan menentukan budaya positif lainnya yang bisa kami terapkan disekolah.
Senin, 04 Oktober 2021
Jurnal Refleksi - Minggu ke 7
Kegiatan lokakarya ke 2 kali ini dilaksanakan secara luring yang berlangsung di Aula Hotel Meuligoe yang dihadiri Oleh Bapak-Bapak Dari PPPPTK dan PLB , Bapak Kabid GTK Kabupaten Bireuen dan Bapak Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan wilayah Biureuen, Bapak Fasilitator, Pengajar Praktik dan CGP angkatan 3 Kabupaten Bireuen.
Sabtu, 02 Oktober 2021
1.3.a.9. Koneksi Antar Materi - Visi Guru Penggerak
Mewujudkan Merdeka Belajar Untuk Mencapai Pelajar Yang Memiliki Karakter Pancasila
Salah satu peran guru penggerak adalah menjadi pemimpin pembelajaran untuk mewujudkan ekosistem sekolah yang mendorong pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sehingga peserta didik mampu berkembang sesuai bakat dan potensi yang dimilikinya. Dalam menjalankan peran ini yang utama sekali perlu saya lakukan adalah memahami filosofi pemikiran Ki hajar Dewantara dan mengaitkan dengan kondisi pembelajaran yang selama ini saya lakukan di kelas. Yang saya pahami dari filosofi pemikiran Ki hajar Dewantara adalah semua guru mungkin bisa menjadi pengajar, tapi tidak semua pengajar menjadi pendidik. Mendidik dengan hati nurani menuntun anak dengan gaya belajarnya sendiri berdasarkan kodrat dirinya membawa mereka mampu menguasai ketrampilan abad 21 sesuai tuntutan kodrat zaman untuk bekal masa depan mereka. Menuntun dengan mengedepankan Akhlakul karimah sebagai contoh nyata agar terbentuk perilaku yang baik, mengajar dengan memberikan motivasi agar mereka tertarik dan berpartipasi aktif sehingga tujuan pembelajaran tercapai tanpa mereka merasa dipaksa. Peserta didik adalah ibarat benih padi dan guru adalah petani sedangkan sekolah adalah ladang tempat benih disemai dan tumbuh. Setiap benih punya keistimewaannya masing-masing dan tugas petani untuk memberi perlakuan menurut keistimewaannya. Agar benih itu bisa menghasilkan padi yang berkualitas tinggi tentunya si petani harus memiliki ilmu bercocok tanam yang memadai. Ladang yang subur ikut berperan juga dalam menentukan kualitas padi.
Dalam menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran tentunya di dukung oleh nilai-nilai dari guru penggerak yang sudah miliki dan juga nilai yang perlu terus saya asah karena nantinya nilai tersebut adalah kekuatan bagi saya untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang ingin mewujudkan merdeka belajar bagi siswa saya. Nilai-Nilai yang saya miliki tertera pada gambar dibawah ini
Dalam mewujudkan merdeka belajar Untuk Mencapai Pelajar Yang Memiliki Karakter Pancasila tentunya tidak akan terwujud oleh saya sendiri tapi dengan kolaborasi dari setiap pemangku kepentingan dengan pendekatan Inkuiri Apresiasi (IA). Inkuiri Apresiatif dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Kekuatan ini saya susun dalam peta kekuatan
Dari Peta kekuatan di atas saya menyusun penerapan Inkuiri Apresiatif melalui 5 tahapan yaitu BAGJA. Fokus saya adalah pada minat peserta didik dalam belajar karena selama ini permasalahan utama yang saya dan juga guru yang lain hadapi di sekolah adalah minat belajar siswa yang kurang. Untuk mewujudkan merdeka Belajar dan untuk menumbuhkan karakter pancasila pada peserta didik yang pertama sekali harus saya dan rekan guru lainnya lakukan adalah meningkatkan minat belajar peserta . Berikut ini tahapan BAGJA sebagai upaya untuk meningkatkan minat belajar siswa di sekolah
|
PRAKARSA PERUBAHAN |
Strategi Pengenalan Kekuatan dan Potensi Peserta didik |
|
|
TAHAPAN |
Pertanyaan |
Daftar tindakan yang
perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan |
|
B-uat pertanyaan (Define) |
Bagaimana meningkatkan minat peserta
didik dalam belajar? |
Berdiskusi dengan
peserta didik tentang model pembelajaran yang mereka impikan. Merefleksi kembali
pembelajaran yang dilakukan sebelumnya dan memperbaiki rencana pembelajaran
ke depan yang lebih melibatkan peserta didik dalam pembelajaran Berdiskusi dengan
rekan sejawat mengenai model pembelajaran yang tepat dan bervariasi untuk
meningkatkan minat belajar peserta didik |
|
A-mbil pelajaran (Discover) |
Hal positif apa yang dimiliki oleh
peserta didik untuk meningkatkan minat belajar Peserta didik? |
Semangat peserta
didik dalam belajar Potensi yang
dimiliki peserta didik |
|
G-ali mimpi (Dream) |
Hal positif apa yang akan
terjadi ke depan dengan meningkatnya minat belajar Peserta didik? |
Mewujudkan
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik Tujuan Pembelajaran
tercapai Meningkatkan mutu
lulusan
|
|
J-abarkan rencana (Design) |
Langkah-langkah apa
yang dilakukan untuk meningkatkan minat belajar peserta
didik? |
Membuat model
pembelajaran yang berpusat pada murid dan menyenangkan Mengembangkan
pembelajaran yang bervariasi sesuai potensi yang dimiliki peserta didik |
|
A-tur eksekusi (Deliver) |
Siapa saja yang terlibat dalam upaya
meningkatkan minat belajar peserta didik? |
Kebijakan kepala
sekolah tentang pengembangan pembelajaran yang bisa meningkatkan minat
peserta didik Semua guru
berkolaborasi dalam upaya mengembangkan model pembelajaran yang bisa
meningkatkan minat belajar peserta didik. kondisi
sekolah yang nyaman dapat menjadi pendukung dalam meningkatkan minat belajar
siswa.
|
Kegiatan Lokakarya Orientasi Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 8 Kabupaten dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 13 Mei 2023 di ...










