Kimia Itu Asik

pembelajaran kimia adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan bahan ajar materi kimia dan dilaksanakan dengan menarik sehingga siswa memperoleh berbagai pengalaman di bidang kimia sesuai dengan standar isi sehingga timbul perubahan dalam pengetahuan

Sumber Belajar ya Dirumah Belajar

.Berbagai macam Pembelajaran di rumah belajar yang bisa kamu temui.

Ayo Ikut PEMBATK

Sebagai upaya pembelajaran Berbasis TIK guru dituntun untuk mengenalkan dan mempelajari Pyang ada pada portal rumah belajar

Selasa, 26 Oktober 2021

2.1.a.10.1JURNAL REFLEKSI- MINGGU 9


22 Oktober 2021
Minggu ini merupakan minggu pertama pembelajaran paket modul 2 yang saya pelajari di pendidikan guru penggerak. Modul 2 ini berisi materi tentang praktek pembelajaran yang berpihak pada murid. Pembukaan modul ini diawali dengan tes awal untuk mengukur pemahaman awal tentang pembelajaran berdiferensiasi.  Selanjutnya di pendahuluan ada penjelasan dari instruktur mengenai alur pembelajaran dan tujuan yang diharapkan setelah kami mempelajari modul ini

Saya sangat tertarik dan tertantang dalam menjawab beberapa pertanyan di poin 2.1.a.3 apalagi dengan video yang berjudul Sekolah hewan. banyak pelajaran yang saya dapat ambil dari video tersebut, salah satunya adalah dalam merancang, melaksanakan dam mengevaluasi pembelajaran  saya harus lebih jeli melihat kebutuhan peserta didik saya.

Harapan saya dengan mempelajari modul ini akan membantu saya dalam mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. 


Rabu, 20 Oktober 2021

1.4.a.9 Koneksi Antar Materi

  1. Koneksi Antar Materi. Filosofi Ki Hadjar Dewantara, Nilai dan Peran Guru Penggerak, Visi Guru    Penggerak dan Budaya Positif


Refleksi filosofi pendidikan nasional Ki Hadjar Dewantara menjadi titik awal dalam memahami arti pendidikan sesungguhnya. Pendidikan anak sejatinya adalah melihat kodrat diri anak dengan selalu berhubungan dengan kodrat zaman. Mendidik dengan hati nurani menuntun anak dengan gaya belajarnya sendiri berdasarkan kodrat dirinya membawa mereka mampu menguasai ketrampilan abad 21 sesuai tuntutan kodrat zaman untuk bekal masa depan mereka. Menuntun dengan mengedepankan Akhlakul karimah sebagai contoh nyata agar terbentuk perilaku yang baik, mengajar dengan memberikan motivasi agar mereka tertarik dan berpartipasi aktif sehingga tujuan pembelajaran tercapai tanpa mereka merasa dipaksa.   Agar menjadi sosok guru profesional yang ideal ala Ki Hajar Dewantara, maka guru harus selalu melakukan perubahan diri menuju ke arah lebih baik, guru harus menempatkan diri sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, penasehat, motivator, penuntun, tegas dan terhormat dan tentunya di cintai oleh anak. Anak didik adalah ibarat benih padi dan guru adalah petani sedangkan sekolah adalah ladang tempat benih disemai dan tumbuh. Setiap benih punya keistimewannya masing-masing dan tugas petani untuk memberi perlakuan menurut keistimewaannya. Agar benih itu bisa menghasilkan padi yang berkualitas tinggi tentunya si petani harus memiliki ilmu bercocok tanam yang memadai. Ladang yang subur ikut berperan juga dalam menentukan kualitas padi. Begitu juga dengan anak, setiap mereka memiliki keistimewaan tersendiri dan tugas guru untuk memberi perlakuan menurut keistimewaanya selain itu sekolah sebagai tempat berlangsungnya pendidikan juga harus mampu memberikan fasilitas terbaiknya untuk dapat melahirkan lulusan yang berkualitas, berbudi pekerti luhur dan mampu bersaing sesuai tuntutan zaman.

Sebagai seorang guru penggerak dituntut untuk memahami nilai dan perannya.  peran guru penggerak adalah mengembangkan diri sendiri dan orang lain, memimpin pembelajaran, memimpin manajemen sekolah dan memimpin pengembangan sekolah. Peran yang harus dimiliki adalah menjadi pemimpin pembelajaran,menggerakkan komunitas praktisi, menjadi mentor/coach bagi guru lain, dan mendorong kolaborasi antar guru dan mewujudkan kepemimpinan murid. Sedangkan nilai guru penggerak adalah mandiri, reflektif, kolaboratif,inovatif dan berpihak kepada murid.

Langkah selanjutnya adalah merumuskan visi yaitu mewujudkan merdeka belajar Untuk Mencapai Pelajar Yang Memiliki Karakter Pancasila. Sehingga dengan adanya visi yang telah dibuat, dalam melaksanakannya akan lebih terarah. Dalam mewujudkan merdeka belajar Untuk Mencapai Pelajar Yang Memiliki Karakter Pancasila  tentunya tidak akan terwujud oleh satu pihak saja  tapi dengan kolaborasi dari setiap pemangku kepentingan dengan pendekatan Inkuiri Apresiasi (IA). Inkuiri Apresiatif dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan yang disusun dalam Peta Kekuatan

 

Untuk  mewujudkan merdeka belajar Untuk Mencapai Pelajar yang Memiliki Karakter Pancasila sangat di perlukan menumbuhkan budaya positif yang nantinya akan menjadi budaya sekolah. Jika dikaitkan dengan budaya positif di sekolah, maka bisa di uraikan sebagai nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid yang dijalankan oleh semua warga sekolah. Untuk dapat  mewujudkan budaya positif ini, guru memegang peranan penting, guru perlu mencari strategi, cara yang efektif dan tepat untuk dapat mewujudkan budaya positif baik lingkup kelas maupun sekolah. 

 

 2. Rancangan Aksi Nyata



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                       

Jurnal Minggu ke 8- Budaya Posistif

Pada minggu  ini saya  mengikuti 2 kegiatan yaitu membentuk komunitas praktisi di sekolah dan Kegiatan Sesi Elaborasi Pemahaman tentang Budaya Positif bersama Instruktur.

Dalam Pembentukan Komunitas Praktisi saya mengajak rekan-rekan guru di sekolah untuk membentuk komunitas praktisi yang nantinya menjadi wadah untuk saling  berbagi informasi - informasi terbaru di bidang pendidikan maupun berbagi  praktik positif selain itu juga menjadi tempat bagi anggota komunitas untuk sharing permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran dan mencari solusi terbaik dari permasalahan-permasalahan baik dalam pembelajaran maupun di sekolah. 

Kegiatan yang kedua adalah sesi elaborasi pemahaman dengan instruktur ibu  Ameliasari Tauresia Kesuma.

Berikut ini gambaran dari kegiatan yang saya ikuti yang saya buat  dalam model refleksi 4 F (Facts, Feelings, Findings, Future).

1. Pembentukan Komunitas Praktisi
a.  Facts (Peristiwa)



Pada Tanggal 10 Oktober 2021 bertempat di Ruang Guru SMAS Tauthiah Arongan saya berbagi informasi tentang komunitas praktisi yang saya dapatkan pada lokakarya ke 2  kepada rekan-rekan guru. dan mengajak rekan-rekan guru untuk membentuk komunitas praktisi di sekolah saya


b. Feelings (Perasaan)
Perasaan saya sangat bahagia karena sebanyak 18 orang guru dari 33 orang guru ikut bergabung dalam komunitas praktisi sekolah saya. semoga ini langkah awal menuju perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik di sekolah saya.

c. Findings (Pembelajaran)
Pembelajaran yang saya peroleh adalah dari hasil diskusi dengan anggota komunitas praktisi sekolah saya. disini saya menjadi lebih memahami permasalahan-permasalahan dalam pembelajaran di sekolah saya.

d. Future (Penerapan) 
Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dari anggota kelompok komunitas kami saling berbagi untuk mencari solusi terbaik dan menyusun agenda komunitas untuk kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan


2.  Kegiatan Elaborasi Pemahaman tentang budaya positif   
     dengan Instruktur
        a.  Facts (Peristiwa)




Kegiatan dilaksanakan melalui ruang virtual pada tanggal 15 Oktober 2021 pukul 13.00 wib s/d 14.30 wib yang dipandu oleh instruktur ibu Amelia.  Kegiatan kali ini sangat menarik karena materi budaya positif yang dipaparkan adalah keseharian yang dialami oleh guru. Pemaparan dari pemateri sangat lugas dan mampu membuat saya khususnya lebih memahami tentang budaya positif yang seharusnya berkembang di lingkungan sekolah.

b. Feelings (Perasaan)
Perasaan saya sangat senang karena banyak pemahaman dan ilmu baru yang saya dapatkan  di modul 1.4 tentang budaya positif.  


c. Findings (Pembelajaran)
Pembelajaran yang saya dapatkan dari kegiatan ini adalah pemahaman saya tentang disiplin positif  seperti apa yang diharapkan tumbuh pada diri siswa. selain itu saya juga lebih memahami karakter siswa  karena setiap perilaku siswa adalah upaya pemenuhan atas kebutuhan dasar mereka sehingga sebagai guru saya tidak langsung mengambil kesimpulan tersendiri atas perilaku mereka, dalam hal ini saya bisa menerapkan posisi kontrol yang mana yang sesuai untuk setiap perilaku siswa yang nantinya akan menjadi pertimbangan saya dalam menerapkan restitusi yang sesuia bagi siswa  yang melanggar keyakinan kelas dan menggarahkan mereka untuk bisa kembali ke kelompok mereka.

d. Future (Penerapan) 
Setelah mendapatkan pengetahuan dan juga pengalaman-pengalaman dari Instruktur dan  dan rekan CGP saya mencoba merancang rencana aksi nyata tentang budaya positif yang nantinya bisa saya terapkan di lingkungan sekolah saya.




Rabu, 13 Oktober 2021

1.4.a.6.1 Refleksi Terbimbing- Budaya Positif


1. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep inti yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu:     disiplin positif, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan segitiga Restitusi.       Adakah  hal-hal yang menarik untuk Anda dan di luar dugaan?

     Setelah mempelajari modul tentang budaya positif banyak pemahaman baru yang saya  dapatkan yaitu:

  • Disiplin Positif. Disiplin positif mendorong sisiwa untuk memiliki disiplin dari dalam diri bukan disiplin karena orang lain  atau untuk mendapatkan sesuatu. karena disiplin diri dapat membuat seseorang menggali potensinya menuju kepada sebuah tujuan, sesuatu yang dihargai dan bermakna dan hal ini karena didorong oleh motivasi mereka untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya.
  • Ada lima posisi kontrol yaitu penghukum, pembuat orang merasa bersalah, teman, pemantau, dan manajer. tujuan akhir dari 5 posisi kontrol seorang guru adalah posisi manajer hal ini dikarenakan di posisi kontrol manajer seorang guru dapat mengarahkan siswanya untuk menjadi pribadi yang mandiri, merdeka, dan bertanggung jawab atas segala perilaku dan sikapnya yang pada akhirnya siswa ini akan memiliki disiplin diri
  •  Ada 5 kebutuhan Dasar Manusia yaitu Kebutuhan bertahan hidup,kebutuhan untuk diterima, kebutuhan pengakuan atas kemampuan, kebutuhan akan pilihan, dan kebutuhan akan merasa senang. Konsep inti yang saya pahami dari dari 5 kebutuhan dasar manusia adalah semua tingkah laku, sikap atas sesuatu yang dilakukan oleh seseorang merupakan pemenuhan dari kebutuhan dasar. Dalam konteks siswa, setiap perilaku siswa tentunya ada alasan dibaliknya dan ini berhubungan erat dengan kebutuhan dasar tadi, sebagai seorang pendidik kita harus bisa memahami kebutuhan dasar apa yang mereka ingin penuhi karena ini akan berdampak terhadap proses dan tujuan pembelajaran di kelas.
  • Keyakinan kelas dibuat dan disepakati bersama oleh guru dan semua siswa yang nantinya akan menjadi kebiasaan yang akhirnya membentuk sebuah budaya positif.
  • Segitiga Restitusi adalah tahapan dalam penerapan restitusi yaitu menstabilkan Indentitas, validasi tindakan yang salah (semua perilaku memiliki alasan, menayakan keyakinan ( Motivasi internal ).
  • Semua materi yang di papar dalam modul sangat menarik bagi saya, dan bisa menjadi pantron  saya dalam merefleksi proses pembelajaran saya selama ini. Point penting dalam refleksi saya adalah apakah siswa saya disiplin karena motivasi internal atau eksternal.  Posisi kontrol apa yang sudah saya terapkan ke siswa saya.Kebutuhan dasar apa yang mendasari perilaku siswa saya. 

2. Tuliskan pengalaman Anda dalam menggunakan konsep-konsep inti  tersebut dalam Menciptakan budaya         positif baik di lingkup kelas maupun sekolah Anda.
  • Pengalaman saya adalah dalam menghadapi perilaku siswa saya di kelas terhadap motivasi belajar yang rendah. langkah yang saya lakukan adalah memanggil siswa tersebut secara pribadi dan menanyakan alasannya kenapa kurang berminat dalam belajar dalam hal ini saya mengambil peran posisi kontrol teman. Dari jawaban siswa saya bisa menemukan kebutuhan dasar apa yang siswa butuhkan dan mengambil posisi kontrol manajer untuk mendorong siswa tersebut untuk semangat dalam proses pembelajaran.  
3. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan segitiga restitusi ketika Menghadapi                 permasalahan murid Anda? Jika iya, ada di posisi manakah Anda? Anda boleh menceritakan situasinya dan        posisi Anda saat itu
  • Pernah. Pada saat saya menghadapi permasalahan siswa yang sering tidak mengerjakan tugas dan kurang berminat dalam belajar. Saya memanggil siswa tersebut dan menanyakan alasannya dan juga kendalanya dalam menyelesaikan tugas dan mengikuti pelajaran dan menanyakan juga kesepakatan kelas apa yang sudah siswa tersebut langgar.  selanjutkan saya memberikan motivasi ke siswa tersebut untuk menyadari kesalahannya dan menyemangatinya untuk terus belajar. 
4. Perubahan  apa yang terjadi pada cara berpikir Anda dalam menciptakan budaya positif di kelas maupun           sekolah Anda setelah mempelajari modul ini?
  • memahami kebutuhan dasar dari siswa saya dan menentukan posisi kontrol yang tepat  pada saat saya menghadapi siswa.
5. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai                 seorang pemimpin pembelajaran?
  • sangat penting, sebagai individu saya lebih memahami kebutuhan dasar manusia, sebagai pemimpin pembelajaran saya lebih memahami posisi kontrol apa yang saya ambil terhadap murid saya. dan bagaimana menumbuhkan motivasi internal bagi siswa sehingga mereka memiliki disiplin yang kuat yang berasal dari diri
6. Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan Anda setelah  Anda        mempelajari modul ini?
  • yang bisa saya lakukan adalah berdiskusi,  berbagi ilmu dan berkolaborasi dengan rekan guru mengenai  budaya positif yang sudah berjalan disekolah saya dan menentukan budaya positif lainnya yang bisa kami terapkan disekolah.
7. Selain konsep-konsep tersebut, adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam              proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas maupun sekolah?
  • Menurut saya konsep penting untuk dipelajari dalam proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas maupun sekolah adalah karakter siswa, gaya belajar siswa dan lingkungan sosialnya
8. Langkah-langkah awal apa yang akan Anda lakukan jika kembali ke sekolah/kelas Anda setelah             mengikuti sesi ini?
  •  Langkah awal yang saya l akukan adalah memahami materi. merefleksi pembelajaran saya sebelumnya baik dalam proses pembelajaran maupun sikap saya dalam menangani siswa bermasalah. Setelah itu bersama komunitas  berdiskusi,  berbagi ilmu dan berkolaborasi dengan rekan guru mengenai  budaya positif yang sudah berjalan disekolah saya dan menentukan budaya positif lainnya yang bisa kami terapkan disekolah.

Senin, 04 Oktober 2021

Jurnal Refleksi - Minggu ke 7

Pada minggu  ini ada 2 kegiatan yang saya ikuti selain mempelajari modul dan mengerjakan tugas-tugas di modul. Kegiatan pertama  yaitu  Elaborasi pemahaman- Kebutuhan Perubahan di sekolah  dan yang kegiatan yang ke dua adalah Lokakarya ke -2.
Berikut ini gambaran dari kegiatan yang saya ikuti yang saya buat  dalam model refleksi 4 F (Facts, Feelings, Findings, Future).

1. Elaborasi pemahaman- Kebutuhan Perubahan di sekolah
a.  Facts (Peristiwa)


Kegiatan ini  di pandu oleh ibu Nur Amalina selaku instruktur dalam ruang virtual yang diikuti oleh CGP angkatan 3 Kabupaten Bireuen dan Aceh Timur.  Kegiatan ini membahas tentang pemahaman yang dimiliki masing-masing terkait materi yang telah dipelajari dan saling memberikan umpan balik, mulai dari profil pelajar Pancasila serta kaitannya dengan paradigma IA. 

b. Feelings (Perasaan)
Dengan mengikuti kegiatan ini saya lebih termotivasi untuk mewujudkan strategi pencapaian visi.

c. Findings (Pembelajaran)
Salah satu pembelajaran yang saya peroleh dari sesi  diskusi bersama instruktur dan rekan CGP  ini adalah saya mampu mengembangkan visi yang lebih jelas mengenai murid yang memiliki profil pelajar pancasila dan pentingnya memetakan kekuatan yang dimiliki demi mewujudkan visi pendidikan yang berpihak pada murid.

d. Future (Penerapan) 
Yang perlu saya pelajari lebih lanjut adalah mengindentifikasi lebih lanjut hal baik yang telah ada disekolah untuk kemudian menyusun strategi untuk menyelaraskan hal baik atau kekuatan tersebut dalam tahapan Bagja yang nantinya akan di eksekusi dalam aksi nyata untuk mewujudkan visi merdeka belajar di sekolah saya.


2.  Lokakarya ke 2 
a.  Facts (Peristiwa)


Kegiatan lokakarya ke 2 kali ini dilaksanakan secara luring yang berlangsung di Aula Hotel Meuligoe yang dihadiri Oleh Bapak-Bapak Dari  PPPPTK dan PLB , Bapak Kabid GTK Kabupaten Bireuen dan Bapak Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan wilayah Biureuen, Bapak Fasilitator, Pengajar Praktik dan CGP angkatan 3 Kabupaten Bireuen.

b. Feelings (Perasaan)
Perasaan saya mengikuti kegiatan ini adalah sangat senang karena bisa bertatap muka langsung dengan bapak-bapak perwakilan dari P4TK dan PLB serta Bapak Mukhlis sebagai Fasilitator saya. Selain itu Kegiatan pada lokakarya kali ini mengusung Teman Mengembangkan Komunitas Belajar sangat menarik bagi saya karena dalam kegiatan ini kami dari rekan CGP dan pengajar praktik saling berdiskusi dan memberikan pendapat dan hal ini menambah pengetahuan saya dan pemahaman saya mengenai mamfaat yang saya dapatkan apabila komunitas praktisi bisa terwujud di sekolah saya.

c. Findings (Pembelajaran)
Pembelajaran yang saya dapatkan dari kegiatan ini adalah pemahaman saya tentang pentingnya komunitas praktisi di sekolah. Dalam Kegiatan pengajar praktik juga memberikan strategi atau langkah-langkah dalam pembentukan komunitas praktisi di Sekolah. Banyak pembelajaran yang saya dapat dari kegiatan ini terutama pengalaman-pengalaman dari rekan CGP lainnya tentang Kominutas praktisi yang nantinya menjadi bahan masukan bagi saya dalam upaya pembentukan komunitas praktisi di Sekolah saya

d. Future (Penerapan) 
Setelah mendapatkan pengetahuan dan juga pengalaman-pengalaman dari pengajar praktik dan rekan CGP harapan saya adalah mampu mewujudkan komunitas praktisi di sekolah saya dan hal ini sudah saya diskusikan dengan kepala sekolah tempat saya bertugas dan kepala sekolah saya sangat mendukung terwujudnya komunitas praktisi di sekolah. 



(Refleksi kali ini saya tutup dengan kalimat penyemangat  khususnya untuk saya sendiri  "Membentuk sebuah komunitas praktisi bukanlah hal mudah namun bukan berarti tidak bisa"  Terus berupaya memberikan terbaik untuk sekolah dan peserta didik dalam mewujudkan merdeka belajar, terus bergerak perlahan namun pasti menyesuaikan dengan lingkungan sekolah agar bisa menggerakkan ekosistem sekolah ke arah lebih baik)

Sabtu, 02 Oktober 2021

1.3.a.9. Koneksi Antar Materi - Visi Guru Penggerak

Mewujudkan Merdeka Belajar Untuk Mencapai Pelajar Yang Memiliki Karakter Pancasila

Salah satu peran guru penggerak adalah menjadi pemimpin pembelajaran untuk mewujudkan ekosistem sekolah yang mendorong pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sehingga peserta didik mampu berkembang sesuai bakat dan potensi yang dimilikinya. Dalam menjalankan peran ini yang utama sekali perlu saya lakukan adalah memahami  filosofi pemikiran Ki hajar Dewantara dan mengaitkan dengan kondisi pembelajaran yang selama ini saya lakukan di kelas. Yang saya pahami dari filosofi pemikiran Ki hajar Dewantara adalah semua guru mungkin bisa menjadi pengajar, tapi tidak semua pengajar menjadi pendidik. Mendidik dengan hati nurani menuntun anak dengan gaya belajarnya sendiri berdasarkan kodrat dirinya membawa mereka mampu menguasai ketrampilan abad 21 sesuai tuntutan kodrat zaman untuk bekal masa depan mereka. Menuntun dengan mengedepankan Akhlakul karimah sebagai contoh nyata agar terbentuk perilaku yang baik, mengajar dengan memberikan motivasi agar mereka tertarik dan berpartipasi aktif sehingga tujuan pembelajaran tercapai tanpa mereka merasa dipaksa. Peserta  didik adalah ibarat benih padi dan guru adalah petani sedangkan sekolah adalah ladang tempat benih disemai dan tumbuh. Setiap benih punya keistimewaannya masing-masing dan tugas petani untuk memberi perlakuan menurut keistimewaannya. Agar benih itu bisa menghasilkan padi yang berkualitas tinggi tentunya si petani harus memiliki ilmu bercocok tanam yang memadai. Ladang yang subur ikut berperan juga dalam menentukan kualitas padi. 

Dalam menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran tentunya di dukung oleh nilai-nilai dari guru penggerak yang sudah miliki dan juga nilai yang perlu terus saya asah karena nantinya nilai tersebut adalah kekuatan bagi saya untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang ingin mewujudkan merdeka belajar bagi siswa saya. Nilai-Nilai yang saya miliki tertera pada gambar dibawah ini


Dalam mewujudkan merdeka belajar Untuk Mencapai Pelajar Yang Memiliki Karakter Pancasila  tentunya tidak akan terwujud oleh saya sendiri tapi dengan kolaborasi dari setiap pemangku kepentingan dengan pendekatan Inkuiri Apresiasi (IA). Inkuiri Apresiatif dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Kekuatan ini saya susun dalam peta kekuatan


Dari Peta kekuatan di atas saya menyusun penerapan Inkuiri Apresiatif melalui 5 tahapan yaitu BAGJA. Fokus saya adalah pada minat peserta didik dalam belajar karena selama ini permasalahan utama yang saya dan juga guru yang lain hadapi di sekolah adalah minat belajar siswa yang kurang. Untuk mewujudkan merdeka Belajar dan untuk menumbuhkan karakter pancasila pada peserta didik yang pertama sekali harus saya dan rekan guru lainnya lakukan adalah meningkatkan minat belajar peserta . Berikut ini tahapan BAGJA sebagai upaya untuk meningkatkan minat belajar siswa di sekolah

PRAKARSA

PERUBAHAN

Strategi Pengenalan Kekuatan dan Potensi Peserta didik

TAHAPAN

Pertanyaan

Daftar tindakan yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan

B-uat pertanyaan (Define)

Bagaimana meningkatkan minat peserta didik dalam belajar?

       Berdiskusi dengan peserta didik tentang  model pembelajaran yang mereka impikan.

          Merefleksi kembali pembelajaran yang dilakukan sebelumnya dan memperbaiki rencana pembelajaran ke depan yang lebih melibatkan peserta didik dalam pembelajaran

          Berdiskusi dengan rekan sejawat mengenai model pembelajaran yang tepat dan bervariasi untuk meningkatkan minat belajar peserta didik

A-mbil pelajaran (Discover) 

Hal positif apa yang dimiliki oleh peserta didik untuk meningkatkan minat belajar Peserta didik?

         Semangat peserta didik dalam belajar

         Potensi yang dimiliki peserta didik

G-ali mimpi (Dream)

Hal positif apa yang akan   terjadi ke depan dengan meningkatnya minat belajar Peserta didik?

         Mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

         Tujuan Pembelajaran tercapai

         Meningkatkan mutu lulusan    

     

J-abarkan  rencana (Design)

Langkah-langkah apa yang  dilakukan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik? 

          Membuat model pembelajaran yang berpusat pada murid dan menyenangkan

           Mengembangkan pembelajaran yang bervariasi sesuai potensi yang dimiliki peserta didik

A-tur eksekusi (Deliver)

Siapa saja yang terlibat dalam upaya meningkatkan minat belajar peserta didik?

           Kebijakan kepala sekolah tentang pengembangan pembelajaran yang bisa meningkatkan minat peserta didik

         Semua guru berkolaborasi dalam upaya mengembangkan model pembelajaran yang bisa meningkatkan minat belajar peserta didik.      kondisi sekolah yang nyaman dapat menjadi pendukung dalam meningkatkan minat belajar siswa.                                                              

 

Kegiatan  Lokakarya Orientasi  Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 8 Kabupaten   dilaksanakan pada hari   Sabtu, tanggal 13 Mei 2023   di   ...