Kimia Itu Asik

pembelajaran kimia adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan bahan ajar materi kimia dan dilaksanakan dengan menarik sehingga siswa memperoleh berbagai pengalaman di bidang kimia sesuai dengan standar isi sehingga timbul perubahan dalam pengetahuan

Sumber Belajar ya Dirumah Belajar

.Berbagai macam Pembelajaran di rumah belajar yang bisa kamu temui.

Ayo Ikut PEMBATK

Sebagai upaya pembelajaran Berbasis TIK guru dituntun untuk mengenalkan dan mempelajari Pyang ada pada portal rumah belajar

Jumat, 26 November 2021

Jurnal Refleksi Minggu ke 13


Facts (Peristiwa)
Dalam Minggu ini saya mencoba menerapkan Pembelajaran Diferensiasi dengan mengintegrasikan KSE dalam pembelajaran dengan materi Alkohol di kelas XII IPA B yang berjumlah 30 orang Peserta didik. Diferensisasi konten saya hadirkan dengan membuat materi ajar melalui poster dan juga video pembelajaran, Diferensiasi proses saya lakukan dengan memvariasikan kegiatan PBM  selain itu kelompok yang mengalami kendala dalam penyelesaian LKPD akan diberikan bantuan dalam bentuk bimbingan dalam kelompok. Untuk penerapan KSE  :
  •  Pembelajaran dimulai dengan berdoa(penerapan KSE kesadaran diri)
  •   Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran dengan melakukan teknik STOP (Stop, Take a Breath, Observe,Proceed) (penerapan KSE Pengelolaan diri)  
  • Membimbing peserta didik mengumpulkan data dari gambar dan tabel serta bahan ajar (literasi) dan sumber lainnya untuk menjawab LKPD dengan cara berdiskusi dalam kelompoknya melalui tahapan di LKPD (kerjasama dan kolaborasi) (Penerapam KSE keterampilan Berelasi )
  • Meminta peserta didik untuk memilih salah satu kawan dari kelompok nya untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok (Penerapan KSE pengambilan keputusan yang bertanggung jawab)
  • Meminta peserta didik untuk mengevaluasi atau memberikan komentar terhadap hasil kerja kelompok yang dibuat teman-temannya. Bimbing peserta didik untuk dapat memberikan komentar atau saran yang bersifat positif dan membangun (penerapan KSE kesadaransosial).
Hal baik yang saya dapatkan dalam proses PBM adalah antusias peserta didik dalam mengikuti pelajaran yang berdampak pada hasil akhir pembelajaran yang meningkat. Namun demikian ada juga Hambatan dan tantangan yang saya dapatkan pada saat  dapatkan adalah alokasi waktu yang saya rencanakan tidak sesuai dengan penerapan dilapangan sehingga tidak semua kelompok bisa mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Untuk mengatasi ini saya akan lebih teliti dan perencanaan  ke depan dalam menyusun materi yang ingin disampaikan dengan alokasi waktu sehingga pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan perencanaan.


Feelings (Perasaan)
Perasaan saya saat melaksanakan Pembelajaran Diferensiasi dengan penerapan KSE adalah bahagia apalagi melihat antusias peserta didik dalam PBM selain itu ada kedekatan emosional dengan peserta didik  dengan saya juga kedekatan emosional antara sesama peserta didik.


Findings (Pembelajaran)
Pelajaran  yang saya dapatkan dari proses ini Penerapan diferensiasi dan KSE dalam pembelajaran  dapat meningkatkan minat belajar  peserta didik.  Mungkin di awal saya akan mengalami kendala dalam penyusunan alokasi waktu yang tepat sehingga semua kegiatan dalam perencanaan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik namun seiring berjalan waktu dengan membiasakan diri merancang dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dengan mengintegrasikan penerapan KSE akan membuat  saya bisa melaksanakannya dengan baik. Selain itu pembelajaran yang saya dapatkan untuk melahirkan generasi yang cerdas tentunya diperlukan usaha dari guru untuk menghadirkan pembelajaran berdasarkan kebutuhan peserta didik.


Future (Penerapan)
Dari hasil PBM yang saya laksanakan dengan menerapkan pembelajaran Berdiferensiasi dengan mengintegrasikan KSE dalam pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. ke depan saya akan mengajak komunitas praktisi di sekolah saya untuk ikut menerapkan pembelajaran Berdiferensiasi dengan mengintegrasikan KSE sehingga visi sekolah akan dapat tercapai sehingga mampu mewujudkan merdeka belajar di sekolah saya. 

Senin, 08 November 2021

2.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1 (Pembelajaran Berdiferensiasi)



Pembelajaran Berdeferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap peserta didik. pembelajaran berdiferensiasi ini dapat dilakukan di kelas. dengan menerapkan strategi diferensiasi yaitu:
  1. Diferensiasi konten. Dalam satu tujuan belajar, guru dapat menyiapkan konten belajar yang dapat memenuhi kebutuhan seluruh peserta didik yang berbeda-beda. Konten pembelajaran bervariasi sesuai kebutuhan peserta didik bisa melalui poster, media PPT maupun video dan lainnya.
  2. Diferensiasi proses. pada saat proses pembelajaran, guru dapat memvariasikan strategi kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kesiapan dan profil belajar tiap peserta didik. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan membedakan bentuk-bentuk bantuan belajar yang dapat mendukung murid untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya dengan menerapkan strategi instruksional perancah atau Scaffolding. Dengan bentuk dukungan yang sesuai, cukup, dan tepat sasaran, dengan demikian  maka tujuan pembelajaran yang diharapkan  akan dapat tercapai dengan maksimal.
  3. Diferensiasi produk. Diferensiasi produk belajar dalam satu tujuan belajar juga dapat dilakukan dengan memberikan keleluasaan siswa untuk memilih jenis produk dan cara mengomunikasikan hasil kerjanya
Proses pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal dapat dilakukan dengan mengindentifikasi  kebutuhan peserta didik melalui 
  1. Kesiapan belajar (cepat-lambat, kongkret-abstrak, mandiri-bantuan) 
  2. Minat peserta didik dapat dilakukan mencari kecocokan antara minat dengan tujuan pembelajar, menunjunkkan koneksi antar materi pembelajaran,menjembatani pengetahuan awal peserta didik dengan yang baru, dan memotivasi peserta didik
  3. Profil belajar murid (gaya, kecerdasan dan latar belakang). 
Menurut Ki Hajar Dewantara guru diibaratkan seorang petani dan murid adalah benihnya yang tumbuh berbeda jenis dan perkembangannya. tentunya setiap anak diperlakukan sesuai kodratnya karena setiap anak merupakan suatu pribadi yang unik, yang mempunyai karakter khas yang membedakannya dengan anak lainnya karena sejak dilahirkan setiap anak mempunyai perilaku, karakter, bakat, minat, dan kecerdasan yang berbeda. Jika dikaitkan dengan modul sebelumnya sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara guru dituntut untuk menuntun peserta didij sesuai kodrat alam dan kodrat zaman.Guru penggerak yang memiliki nilai mandiri,reflektif, kolaboratif dan inovatif tentunya akan berusaha menjalankan perannya secara optimal dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Untuk dapat mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang optimal disinilah peran guru dalam memodifikasi pembelajaran dengan sedemikian rupa untuk dapat memenuhi kebutuhan belajar murid yang berbeda beda tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Hal utama yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan memetakan kebutuhan belajar siswanya. Guru dapat merancang, menerapkan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan siswa itu sendiri. Dengan terpenuhinya kebutuhan belajar siswa yang berbeda- beda tersebut, maka prestasi belajar optimal dapat  sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.



Senin, 01 November 2021

2.1.a.10.2. Jurnal Refleksi - Minggu 10


Minggu ini adalah minggu ke 10 yang saya lalui di Pendidikan Guru Penggerak. Minggu ini kegiatan di isi dengan materi dari LMS modul 2 tentang Pembelajaran berdiferensiasi di awal pembelajaran mengenai ekplorasi konsep dan diskusi yang kemudian pemahaman saya tentang pembelajaran berdiferensiasi saya simpulkan dengan menggunakan Diagram Frayer  di bawah ini :

Selanjutnya kegiatan dalam minggu ini adalah kegiatan bersama kelompok yang sudah ditentukan ole Fasilitator kami. Tugas kelompok kami yang terdiri dari Pak Ikhsan Armia, S.Pd,I. Gr dan Ibu Lindawati, S.Pd,I adalah  merancang Rencana Pelaksanaan Pembelaran Berdiferensiasi untuk jenjang SMA. Merancang RPP Berdiferensiasi merupakan hal baru bagi saya pribadi karena di RPP ini memuat kebutuhan belajar peserta didik. Kasus yang kelompok kami ambil adalah kasus saya sendiri yaitu mengambil materi ikatan kimia pada kelas X IPS A  dengan jumlah siswa 35 orang dengan kemampuan ,minat dan tentunya gaya belajar masing-masing siswa. Dalam Merancang RPP ini kami saling berdiskusi lewat ruang virtual yang dipandu oleh fasilitator
Kegiatan selanjutnya kami melakukan pertemuan secara langsung bersama anggota kelompok untuk menuangkan hasil diskusi kami ke dalam bentuk RPP berdiferensiasi yang akan nantinya  akan kami presentasikan dipertemuan selanjutnya 
Di ruang virtual yang di fasilitasi oleh bapak Mukhlis selaku fasilitator kami. Dalam merancang pembelajaran yang berdiferensiasi pada kegiatan inti disini kami merancang pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan, minat dan  gaya belajar siswa dan hal ini juga menjadi sebuah pemahaman baru bagi saya pribadi yang selama ini terkadang masih belum memberikan ruang tersendiri bagi siswa saya dalam mempresentasikan hasil diskusi dengan keinginan mereka sendiri. Saya yakin dengan pembelajaran berdiferensiasi ini akan menghadirkan pembelajaran yang lebih berpihak pada siswa dan tentunya akan meningkatkan minat belajar siswa dan tujuan yang diharapkan juga akan tercapai.

Kegiatan minggu ini ditutup dengan presentasi setiap kelompok tentang RPP Berdiferensiasi yang telah disusun. Sesi ini menjadi sesi sangat menarik dan menyenangkan buat saya karena banyak ilmu dan tentunya pengalaman yang saya ambil. Presentasi rancangan pembelajaran dari setiap kelompok bervariasi ada jenjang SD, SMP dan SMA. Disini kami saling berbagi dan melengkapi masukan dan fasilitator juga sangat bermamfaat untuk penyempurnaan RPP Berdiferensiasi yang kami buat.



(" Tetap semangat untuk terus menggali ilmu. Saling berbagi dan berkolaborasi untuk mewujudkan perubahan dunia pendidikan ke arah yang lebih baik. Niatkan segala yang dilakukan sebagai pengabdian untuk negeri. Yakinilah segala lelah ini tidak akan sia-sia dan jadikan semua ini ladang ibadah buat kita semua" Irawati, CGP angkatan 3 Kabupaten Bireuen)


Kegiatan  Lokakarya Orientasi  Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 8 Kabupaten   dilaksanakan pada hari   Sabtu, tanggal 13 Mei 2023   di   ...