Kimia Itu Asik

pembelajaran kimia adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan bahan ajar materi kimia dan dilaksanakan dengan menarik sehingga siswa memperoleh berbagai pengalaman di bidang kimia sesuai dengan standar isi sehingga timbul perubahan dalam pengetahuan

Sumber Belajar ya Dirumah Belajar

.Berbagai macam Pembelajaran di rumah belajar yang bisa kamu temui.

Ayo Ikut PEMBATK

Sebagai upaya pembelajaran Berbasis TIK guru dituntun untuk mengenalkan dan mempelajari Pyang ada pada portal rumah belajar

Senin, 31 Oktober 2022

Rangkaian Kegiatan Berbagi dan Berkolaborasi Portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka


Dalam tulisan saya kali ini saya ingin berbagi tentang rangkaian kegiatan berbagi dan berkolaborasi  Portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka yang merupakan tugas akhir dari PembaTIK level 4. 
Tujuan dari kegiatan ini untuk memperkenalkan lebih jauh tentang Portal Rumah Belajar dan juga Platform Merdeka Mengajar bagi rekan-rekan guru baik dalam lingkup sekolah tempat saya bertugas maupun dengan rekan guru lainnya. 

Sebelum memulai rangkaian kegiatan ini tentunya kami yang berhasil lolos sebagai sahabat rumah belajar provinsi aceh. mendapatkan kuliah umum Pembatik level 4 yang berlangsung dari tanggal 11 sd 12 Oktober 2022 di isi oleh narasumber-nara sumber yang luar biasa yaitu 
1. Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek | Ir. Suharti, M.A., Ph.D
2. Kepala Pusdatin Kemendikbudristek |Dr. M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si
3. Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek | Dr. Praptono, M.Ed. 
4. Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., M.Phil., M.A.
5. Koordinator Substansi Pemanfaatan Teknologi Informasi | Wibowo Mukti, M.Si
6. Pakar Public Speaking, Nino Budiyanto


Banyak sekali ilmu di dapatkan dalam kegiatan ini terutama dahsyatnya perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan sehingga tidak bisa kita pungkiri betapa pentingnya kemampuan TIK bagi pendidik agar mampu beradaptasi dalam perkembangan digital yang begitu pesat. selain itu kemampuan dalam berkomunikasi juga sangat dibutuhkan agar tidak jadi komunikasi yang keliru terutama saat pendidik berhadapan dengan peserta didik,


Kegiatan selanjutnya adalah bimbingan dan juga kegiatan sikronus yang diisi oleh oleh pemateri dari pusdatin dan juga para Duta Rumah Belajar Provinsi aceh
Dalam kegiatan ini kami para sahabat rumah belajar provinsi aceh mendapatkan bimbingan dalam menyelesaikan tugas akhir pembatik level 4. Pemaparan pemateri terutama Bapak Eldio Meilano Syofrin tentang teknik dalam pengambilan video dan gambar sangat menambah wawasan dalam pembuatan vlog.  Di kegiatan sinkronis kami para sahabat rumah belajar memaparkan rencana aksi nyata berbagi dan berkolaborasi portal Rumah Belajar dan juga Platform Merdeka Mengajar.


Rangkaian Kegiatan Berbagi dan Berkolaborasi Portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar.

Kegiatan 1
  • Kegiatan Berbagi dan Berkolaborasi Portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar Bersama Komunitas KKG PAI Gugus Simpang Mamplam Samalanga

Kegiatan berbagi dengan Komunitas KKG PAI Gugus Simpang Mamplam Samalanga kali ini saya berkolaborasi dengan rekan dari Sahabat Rumah Belajar yaitu Ibu Liza Fitriani, S,Pd. Kegiatan ini beerlangsung pada tangal 22 Oktober 2022 bertempat di gedung PKG Samalanga. Peserta kegiatan sendiri terdiri dari guru PAI Sekolah dasar dalam lingkup kecamatan Simpang Mamplam-Samalanga .


Secara pribadi saya sangat senang berbagi praktik baik penerapan media pembelajarn digital yang bersumber dari protal rumah belajar kepada rekan-rekan di komunitas ini. Para peserta antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.  Banyak pembelajaran juga yang saya dapatkan dari kegiatan ini tentang kemampuan TIK  dari peserta komunitas yang ingin terus belajar untuk bisa menguasai TIK lebih baik dan juga antusias peserta kegiatan dalam pemamfaatan media ajar berbasis digital. 
Dengan adanya kegiatan Pembatik di Level 4 ini semakin mendorong saya untuk terus berbagi praktik baik kepada reka-rekan guru lainnya agar ke depan pendidikan khususnya di wilayah kabupaten Bireuen semakin menuju ke arah yang lebih baik

https://youtu.be/goYnMY2duWk

Kegiatan 2
  • Kegiatan Berbagi dan Berkolaborasi Portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar di  SMP dan SMA  Swasta Tauthiah  Arongan

    Kegiatan berbagi dan berkolaborasi dalam rangka Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar kali ini cukup menarik karena berlangsung di sekolah tempat saya bertugas. Kegiatan ini berlangsung pada hari minggu tanggal 23 Oktober 2022 di ruang belajar SMAS tauthiah Arongan. Peserta kegiatan terdiri dari guru SMP dan SMA Swasta Tauthiah Arongan yang merupakan dua sekolah yang berada dibawah Yayasan Tauthiatuth Thulab yang berlokasi di desa Arongan Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen. 

    Dalam kegiatan kali ini saya bersama Sahabat rumah Belajar Provinsi aceh  ibu Nuzlita Ramasepa , S.Pd dan juga bersama rekan guru penggerak bapak Hendro Nursusilo, S.Pd mengisi kegiatan dengan menjelaskan mamfaat penggunaan Portal Rumah Belajar  dan Juga Platform Merdeka Mengajar dalam proses merancang pembelajaran yang inovatif dan berbasis TIK. Dalam Kegiatan ini saya juga berbagi pengalaman kepada peserta kegiaatan tentang praktik baik  penggunaan fitur laboratorium maya dalam proses pembelajaran. 
    Peserta Kegiatan sangat antusias mengikuti kegiatan  Semoga ke depan kegiatan berbagi praktik baik ini terus berlanjut karena tentunya bagi seorang pendidik untuk terus memperdalam kemampuan baik itu di bidang pedagogik maupun dalam penguasaan TIK untuk menunjang proses karir seorang guru sehingga mampu menjadi guru yang bisa membawa perubahan dalam dunia pendidikan dan mampu mencetak generasi bangsa yang unggul dalam prestasi dan juga tentunya berakhlakul karimah sesuai dengan visi sekolah SMA Swasta Tauthiah Arongan.


  • Kegiatan 3
  • Kegiatan Berbagi dan Berkolaborasi Portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar Secara daring Bersama Komunitas Guru Penggerak Bireuen

  • Kegiatan Berbagi dan Berkolaborasi Portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar Secara daring di fasilitasi oleh Komunitas Guru Penggerak Bireuen dan juga Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen yang berlangsung pada tanggal 26 Oktober secara virtual yang diikuti oleh peserta yang berasal dari guru  PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK  dari wilayah kabupaten bireuen dan juga dari luar kabupaten dan luar provinsi Aceh. 
  • Kegiatan ini di buka oleh dinas Kabupaten Bireuen dalam hal ini di wakili oleh bapak Surya Selaku Kabid GTK dinas Pendidikan Kab. Bireuen


  • Dalam kegiatan ini saya berbagi praktik baik tentang inovasi pembelajaran Diferensiasi berbasis TIK yang sudah saya terapkan di sekolah saya bertugas. Pembelajaran Berdiferensiasi tentunya sangat sesuai kita gunakan karena dapat mengakomodir kebutuhan peserta didik apalagi dengan adanya inovasi TIK dalam pembelajaran sangat membantu peserta didik dalam memenuhi kebutuhan belajarnya.  https://youtu.be/Rdum1CFukbU

    Diakhir kegiatan kami melakukan refleksi untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta kegiatan terhadap materi yang telah kami sampaikan


  • Kegiatan 4
  • Kegiatan Berbagi dan Berkolaborasi Portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar di SMAN 1 Simpang Mamplam


    Kegiatan sesi terakhir  Berbagi dan Berkolaborasi Portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar di SMAN 1 Simpang Mamplam berlangsung pada hari sabtu tgl 29 Oktober 2022. kali ini saya  berkolaborasi dengan rekan guru penggerak kabupaten Bireuen Bpak Hendro Nursusilo, S.Pd.  Kegiatan kali ini selain berbagi tentang praktik baik pemamfaatan  Portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka mengajar saya juga mengajak peserta kegiatan untuk menggunakan canva sebagai media bagi peserta dalam merancang media pembelajaran. https://youtu.be/_8deK2mjkoc

  • Keseluruhan kegiatan berlangsung sangat menarik terlihat dari antusias peserta kegiatan dalam mengikuti kegiatan dan kegiatan ini berlanjut di classroom.
  • Banyak Pembelajaran yang saya dapatkan pada sesi berbagi kali. dengan adannya kegiatan seperti ini sangat membantu rekan-rekan guru dalam mengambangkan kemampuan TIK sebagai salah satu modal dasar dalam mengembangkan pembelajaran digital.  Selain itu secara pribadi juga menjadi pengalaman berharga bagi saya dalam hal pengembangan diri dan juga orang lain.
    .
  • Refleksi Akhir
  • Selama rangkaian kegiatan berlangsung banyak sekali pengalaman dan wawasan yang saya dapatkan dan semakin memacu saya untuk terus belajar dan berbagi sesama rekan guru. dan tentunya tetap semangat bergerak untuk menggerakkan dunia pendidikan ke arah yang lebih baik.
  • link rangkaian semua kegiatan https://youtu.be/cVKPSvgq_TY
"Jika ingin ilmumu  tidak menghilang dan menguap maka berbagilah, terus bergerak menuju merdeka belajar"









Kamis, 28 April 2022

3.3.a.10. Aksi Nyata- Pengelolaan Program Berdampak Pada Murid - Irawati, S.Pd

 




Refleksi Aksi Nyata

Program Ekstrakurikuler TIK

a. Peristiwa (Fact)

Latar Belakang Aksi Nyata

Di era globalisasi yang sedemikian cepat berubah, perkembangan teknologi informasi adalah salah satu unsur kebudayaan yang paling cepat perubahannya dibanding unsur kebudayaan lainnya untuk itu kemampuan TIK sangat penting dalam menyikapi teknologi yang semakin maju Untuk menghadapi era globalisasi dan kompetisi sebagai konsekuensi tak terhindarkan dari proses itu menurut peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Yang dilakukan pada aksi nyata adalah berkolaborasi dengan kepala sekolah, pihak yayasan dan warga sekolah lainnya untuk merancang program sekolah berdasarkan minat peserta didik  dibidang TIK dan juga  aset sekolah yang dimiliki dalam menunjang pelaksanaan program Sekolah berdasarkan hasil diskusi maka terbentuklah program ekstrakurikuler TIK

Kegiatan Aksi nyata ini dilaksanakan berdasarkan tahapan bagja dan  memerlukan waktu 4 minggu. Berikut ini kegiatan yang dilaksanakan

Ø  Diskusi bersama kepala sekolah, perwakilan yayasan dan rekan sejawat dan juga tenaga kependidikan bagaimana upaya untuk membekali ketrampilan dan penguasaan Tik Peserta didik



Dari Hasil diskusi maka untuk ektrakurikuler TIK yang pertama sekali dipersiapkan adalah laboratorium lab, tenaga pembimbing, jadwal masuk lab dan yang paling utama adalah materi yang akan diajarkan pada saat bimbingan ektrakurikuler TIK dan ini bisa ditentukan berdasarkan dialog dengan guru dan juga dengan peserta didik untuk mengetahui sejauh mana kemampuan TIK mereka

Ø  Dialog dengan rekan kerja mengidentifikasi kemampuan TIK Peserta didik



Dari Hasil dialog dapat disimpulkan kemampuan TIK peserta didik masih minim mengingat peserta didik merupakan santri yang tinggal di asrama yang tidak diperbolehkan membawa HP dan  Laptop untuk lebih mendalami kemampuan TIk peserta didik maka diambil kesimpulan untuk melakukan dengan peserta didik

Ø Melakukan sesi dialog dengan perwakilan kelas   untuk menguatkan menanyakan program apa yang bisa meningkatkan kemampuan TIK mereka

    


Dari Hasil Dialog dapat disimpulkan untuk materi TIk adalah materi dasar penguasaan Word, Excel dan power Point. Selain itu juga dilaksanan Survei minat  TIK Kepada Siswa 


Ø      Ã˜Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler  TIK


Kegiatan Ektrakurikuler TIK dilaksanakan dengan di bimbing oleh pembimbing TIK berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan. Pada awal kegiatan peserta didik diarahkan untuk mengenal terlebih dulu perangkat keras dan perangkat Lunak dari Komputer selanjutnya baru diberikan materi sesuai denga tingkat kemampuan peserta didik.

 Ã˜  Evaluasi Kegiatan Ektrakurikuler TIK


Pada Rapat evaluasi kegiatan para pembimbing memberikan laporan kepada penangung jawab kegiatan dan juga penangung jawab mengenai jalannya kegiatan dan tantangan yang di dihadapi dalam pelaksanaan Ektrakurikuler TIK. Pada saat penyusunan kegiatan Kemungkinan tantangan  yang dihadapi adalah waktu mengingat peserta didik yang juga merupakan santri yang tinggal di asrama yang tentunya juga memiliki aktivitas yang padat di dayah. Untuk antipasinya  \dengan melakukan komunikasi dengan pihak yayasan dan juga seksi pendidikan dayah sehingga nantinya pada penyusunan jadwal juga akan melibatkan pihak yayasan (seksi pendidikan dayah)  dan dalam pelaksanaanya tidak mengalami kendala namun pada saat kegiatan berlangsung  ada sebagian kecil peserta didik yang tidak bisa mengikuti kegiatan karena ada kegiatan yang bersifat insidentil  dari dayah yang tidak terencanakan sebelumnya dan ada juga beberapa peserta didik yang kurang tertarik dengan kegiatan ini

 

B. Perasaan (Feeling)

Perasaan saya dari mulai merencanakan hingga pelaksanaan kegiatan adalah senang karena kegiatan ini disambut dengan baik oleh pihak sekolah dan yayasan juga antusias dari peserta didik. Kegiatan Ektrakurikuler TIK merupakan kegiatan baru yang dilaksanakan oleh sekolah. Dengan kolaborasi dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak yang terlibat kegiaan ini berjalan dengan baik dan dari hasil evalusiasi bulanan juga kegiatan berjalan dengan baik walaupun ada sedikit kendala namun ini merupakan hal yang wajar dalam sebuah kegiaatan dan dari kendala-kendala tersebut menjadi bahan refleksi untuk perbaikan ke depan.. Pada akhir semester ini di minggu tenang setelah ujian akhir semester sudah direncanakan untuk diadakan lomba TIK bagi peserta didik dan perasaan saya sangat optimis kegiatan ini akan berlangsung dengan semarak mengingat antusias peserta didik saat kami dari pihak sekolah menanyakan pendapat mereka mengenaik jenis perlombaan TIK yang akan dilaksanakan.

C. Pembelajaran (Finding)

Dari rangkain kegiatan ini banyak pembelajaran yang saya dapatkan terutama bagaimana melibatkan suara, pilihan dan kepemilikan peserta didik dalam sebuah kegiatan dan efeknya sangat baik dalam membangun hubungan dengan peserta didik dimana mereka merasa dihargai  .Selain itu kolaborasi dan kerjasama sangat menentukan keberhasilan dalam sebuah kegiatan dan ini terbukti dengan berjalannya kegiatan ekstrakurikuler TIk di sekolah. Dalam sebuah kegiatan tentunya akan ada kendala dan  kendala-kendala yang saya temui pada saat jalannya kegiatan juga menjadi pembelajaran untuk perbaikan ke depan.

D. Penerapan Ke depan (Future)

Dengan terlaksananya kegiatan ektrakurikuler TIK dan belajar dari kendala yang didapatkan pada saat evaluasi bulanan kedepan dengan membuat modul pembelajaran yang lebih menarik selain itu dengan mengadakan perlombaan juga akan memacu minat peserta didik untuk mengasah kemampuan mereka. Karena karya mereka nantinya akan dipublikasikan di web resmi sekolah dan yayasan mereka juga diberikan kebebasan dalam mempublikasikan hasil karya mereka. Dan berdarkan hasil rapat dengan yayasan dan pihak sekolah dan komite Untuk kegiatan ekstakurikuler TIK sendiri akan menjadi program sekolah yang akan dimasukkan dalam buku dokumen 1 pada tahun ajaran 2023/2004.

Sebagai penutup saya ingin menulis sebuah kalimat dengan harapan bisa menginspirasi buat rekan-rekan yang masih ragu dalam melangkah

“jangan takut sebelum mencoba karena lebih baik gagal daripada sebuah impian hanya akan menjadi angan-angan belaka (Irawati-CGP angkatan 3 kabupaten Bireuen)

Rabu, 30 Maret 2022

Jurnal Refleksi - Minggu 24

Kegiatan dalam dua minggu terakhir tepatnya dimulai tanggal 21 maret 2022  adalah  kegiatan terakhir dari modul 3.3 Tentang Pengelolaan Program Yang Berdampak Pada Murid. Ada beberapa kegiatan sebagai berukit

1.  Ruang  presentasi dari tugas  kelompok sebelumnya  mengenai program Program sekolah yang berdampak pada murid . 



2. Rfleksi terbimbing terhadap proses pembelajaran yang telah  dilewati, dan apa yang harus dipertimbangkan kemudian dalam menyusun program/kegiatan yang berdampak  pada murid.

3. Demonstrasi konstektual dimana disini cgp secara pribadi diarahkan untuk bisa merencanakan sebuah program yang berdampak pada murid dengan menggunakan tahapan Bagja. 

4. Elaborasi Pemahaman bersama Instuktur (Ibu Nur Amalia) dalam ruang virtual kegiatan di isi diskusi dan tanya jawab dengan instruktur, pada kegiatan ini CGP dapat mengelaborasi pemahamannya terkait dengan program atau kegiatan pembelajaran yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid.



5. Koneksi antar materi. Tahapan ini sangat menarik dan menantang karena disini SGP diminta untuk melakukan kilas balik dan mereview  kembali modul-modul sebelumnya serta mengaitkannya satu sama lain

6. Aksi Nyata.  Tahapan ini adalah melaksanakan rencana yang sudah disusun pada demonstrasi konstektual.

Perasaan saya dalam mengikuti rangkaian kegiatan di modul terakhir ini adalah merasa tercerahkan  banyak sekali pembelajaran yang saya dapatkan mengenai pemahaman dalam merancang sebuah program sekolah yang berdampak pada murid. Yang nantinya dalam penerapannya sebuah  program yang akan dikembangkan di sekolah haruslah bermula dari pemetaan aset atau sumber daya di sekolah, barulah sebuah program akan lebih terarah dan memiliki tingkat kesuksesan dan keberhasilan yang tinggi  sebelum  membuat keputusan untuk menentukan program sekolah yang tepat tentunya dengan melakukan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan.


Di jurnal terakhir minggu ini saya ingin memaparkan sedikit perasaan saya  dalam menempuh pendidikan guru penggerak khususnya di LMS. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan Disini dimulai dari Modul 1 Tentang Paradigma visi guru penggerak dimana dalam modul ini saya secara pribadi bisa memahami makna sebenarnya dari pendidikan berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara selaku bapak pendidikan Indonesia selain itu saya lebih bisa memahami dan menerapkan nilai dan peran guru penggerak untuk melahirkan visi guru penggerak dalam bingkai penerapan Budaya Positif di sekolah tempat saya bertugas, kemudian di modul 2 Tentang Praktek pembelajaran Yang berpihak pada murid  di modul ini saya mempelajari  dan menerapkan pembelajaran berdiferensisi yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik dan juga bagaimana penerapan sosial emosial dalam pembelajaran di kelas mampu melahirkan hubungan yang baik antara peserta didik dengan peserta didik dan juga peserta didik dengan guru, selain itu ada materi coaching dengan praktek coaching model tirta dimana disini saya sebagai guru dan juga rekan sejawat mampu membantu peserta didik dan juga rekan sejawat saat mereka menghadapi suatu masalah dengan mengarahkan mereka untuk menemukan solusi sendiri dari permasalahan yang mereka hadapi.  Pada Modul 3  tentang Pemimpin pembelajaran Dalam Pengembangan sekolah di modul ini saya mempelajari tentang bagaimana dan tahapan apa saya yang harus saya laukukan dalam  pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran agar keputusan yang saya ambil tepat. Selanjutnya di materi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. dengan menerapkan pemikiran berbasit aset dan kolaborasi dengan pihak pemangku kepentingan saya mampu mengindentifikasi aset yang di miliki sekolah. Pembelajaran terakhir di modul 3 adalah pengelolaan program yang berdampak pada murid dalam penyusunan melewati tahapan pengujian dan pengambilan keputusan untuk menentukan program yang tepat dan juga mempertimbangkan aset yang dimiliki sekolah dan juga tentunya dengan melibatkan peserta didik melalui suara, pilihan dan kepemilikan murid sehingga program yang dijalankan benar-benar berdampak pada murid. Semua materi dari keseluruhan modul sangat sistematik dan berkaitan satu sama lain. 

Dan  kalimat untuk penutup jurnal ini adalah bukti nyata dari pemahaman dan perencanaan adalah aksi nyata dan harapan saya semoga ilmu yang saya dapatkan dan yang telah saya terapkan di kelas saya akan terus  berimbas ke kelas-kelas yang lain sehingga benar-benar akan membawa perubahan yang baik menuju kemerdekaan belajar dan dapat membentuk peserta didik yang memiliki  Profil pelajar pancasila.

#Bergerak Untuk Menggerakkan#

#Guru Bergerak Indonesia Maju#


Jurnal Refleksi- Minggu 23

 Kegiatan pada minggu ini ini dimulai pada tanggal 14 Maret 2022.  minggu ini adalah minggu pertama modul terakhir dari program guru penggerak di mana Di modul ini ini saya mempelajari tentang pengelolaan program sekolah yang berdampak  pada murid.  kegiatan dimulai dengan mulai dari diri kemudian eksplorasi konsep Baik secara mandiri maupun dalam ruang  diskusi di lanjutkan dalam ruang kolaboras dan ruang presentasi  Tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid Di kegiatan ini kami yang terbagi dalam beberapa kelompok kecil ditugaskan untuk merancang sebuah program yang berdampak pada murid.  pada tugas ini kelompok kami mengangkat tentang program sekolah bank sampah. Dalam mengangkat sebuah program hal penting yang perlu dalam sebuah program adalah disini kita harus memperhatikan tentang jenis program apakah masuk ke dalam kokurikuler intrakurikuler atau au extrakurikuler Selain itu dalam sebuah program Kita juga harus melihat memperhatikan kan dan suara pilihan dan kepemilikan siswa sehingga di sini program yang akan dijalankan benar-benar berdampak pada siswa dan juga memperhatikan 7 karakteristik Lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid untuk memudahkan perencanaaan kita bisa mengikuti tahapan BAGJA.


Dalam mengikuti kegiatan ini tentunya menjadi tantangan tersendiri buat saya pribadi dalam menentukan sebuah program yang tentunya berdampak pada murid. dalam sebuah program sekolah kita juga harus melihat tentang Aset yang dimiliki oleh sekolah yang mendukung terlaksananya program sekolah yang direncanakan.

Banyak pembelajaran yang saya dapatkan pada kegiatan ini dalam merencanakan sebuah program kita juga harus melibatkan peserta didik rekan sejawat dan tentunya pihak sekolah.  program akanberjalan baik apabila terjalin kolaborasi yang baik dari setiap komponen yang terlibat dalam program

Selain itu dengan berpikir berbasis Aset akan menjadi kekuatan tersendiri dalam sebuah program

sekolah. Pemahaman yang saya dapatkan pada kegiatan ini akan saya terapkan ke depan dalam

merencanakan sebuah program sekolah yang berdampak pada murid.




Rabu, 16 Maret 2022

3.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 


a.  Sintesis berbagai materi

Dalam menjalankan peran dan nilai seorang guru sebagai Pemimpin Pembelajaran Dalam Pengelolaan Sumber Daya maka guru harus memiliki kemampuan dalam memetakan segala aset yang ada pada ekosistem sekolah  dan memanfaatkannya sebagai  pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas mutu lulusan.

Lingkungan kelas dan sekolah adalah miniatur  dari tatanan masyarakat oleh karena itu pendekatan berbasis aset  dalam rangka pengembangan komunitas  bisa diterapkan di dalam kelas dan lingkungan sekolah, tujuannya adalah untuk mengupayakan pelayanan terbaik kepada peserta didik dengan pengembangan sekolah berpijak   pada kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh sekolah  berfokus pada pembangunan sumber daya yang tersedia

Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus menggunakan pendekatan berbasis aset untuk menggali potensi murid yang berbeda-beda sesuai kodratnya. Guru tidak lagi berpikir tentang kekurangan yang di miliki oleh siswa tapi lebih melihat potensi, bakat dan juga gaya belajar siswa untuk selanjutnya merancang dan juga menghadirkan kelas impian peserta didik sehingga mereka benar-benar merasakan apa makna kemerdekaan dalam belajar. Selain itu dengan memamfaatkan lingkungan sekolah guru juga bisa menghadirkan ruang kelas terbuka dan merancang pembelajaran yang lebih mengedepankan kreativitas peserta didik. Pemamfaatan setiap aset fisik yang dimiliki sekolah juga dapat menunjang pembelajaran peserta didik.

Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya adalah seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk mengenali, menggali, menganalisis, dan memetakan dan memanfaatkan  potensi sumber daya (modal manusia, modal sosial, modal fisik,  modal lingkungan/alam, modal finansial, modal politik, dan juga modal agama dan budaya)  sekolahnya dengan pendekatan berbasis aset (Asset Based Thinking), selanjutnya memanfaatkan dan memberdayakan aset-aset tersebut seoptimal mungkin untuk mewujudkan perubahan dalam pembelajaran yang berpihak pada murid.

Pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran peserta menjadi lebih berkualitas karena di sini kita tidak hanya terpaku dengan kemampuan guru dalam menguasai materi tapi kemampuan guru untuk mendaya gunakan setiap sumber daya yang ada untuk mengembangkan kelas menjadi lebih hidup dan bermakna bagi peserta didik.



Materi pada modul 3.2 Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya dengan modul-modul sebelumnya sangatlah berkaitan  dan keterkaitan itu terangkum dalam makna pendidikan menurut KHD, “ Pendidikan itu adalah proses  menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat”. Kata-kata kunci dalam kalimat tersebut merupakan keterkaitan antara modul  3.2 dengan beberapa modul yang telah dipelajari sebelumnya.

Peserta didik adalah aset yang kita optimalkan untuk didik sesuai kodrat alam dan  kodrat zamannya mereka mempunyai keunikannya tersendiri dengan menerapkan proses pembelajaran yang tepat mereka mampu akan menjadi generasi emas yang siap terjun kedalam masyarakat dan juga dunia usaha.

Selanjutnya selaku guru penggerak dengan memahami dan menjalankan nilai dan peran guru penggerak dan menyadari segala peran dan nilai yang melekat dalam dirinya yaitu menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, mewujudkan kepemimpinan peserta didik dan juga  memiliki nilai mandiri, reflektif, inovatif, kolaboratif dan berpihak pada murid), yang merupakan aset untuk menuntun tumbuh kembang peserta didik sesuai dengan potensi yang ada dalam diri mereka. Dengan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki dalam bingkai kemerdekaan belajar maka lahirlah visi guru penggerak yang juga merupakan visi sekolah. Untuk mencapai cita-cita bersama harus ditentukan dulu tujuan yang jelas dan disepakati bersama. Setelah cita-cita bersama disepakati dalam sebuah visi sekolah maka langkah selanjutnya adalah menyusun langkah pencapaian visi dengan melakukan pendekatan inquiry apresiatif (IA) BAGJA dengan memperhatikan 7 aset utama yang ada dan berpedoman pada pendekatan berbasis aset.

Untuk mewujudkan visi  sekolah yaitu merdeka belajar untuk mencapai peserta didik yang unggul dalam prestasi, berakhlak mulia berdasarkan iman dan takwa maka sangat diperlukan menumbuhkan budaya positif yang mendorong terbentuknya lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Selain itu untuk makna merdeka itu bisa dirasakan oleh peserta didik maka untuk memenuhi  kebutuhan belajar peserta didik dapat  diterapkan melalui  Pembelajaran Berdiferensiasi  dengan muatan ketrampilan sosial dan emosional akan  mampu mengakomodasi setiap kebutuhan belajar peserta didik karena kita menyadari setiap anak dilahirkan dalam kodrat yang berbeda-beda, dan perbedaan itu sendiri adalah aset yang memperkaya keragaman, maka pembelajaran berdiferensiasi menjadi solusi terbaik untuk memfasilitasi dan menyatukan keragaman dalam bingkai merdeka belajar.  Selain itu Pembelajaran sosial emosional sangat diperlukan agar semua warga sekolah memiliki kemampuan untuk berempati, memiliki kesadaran diri, dan pengelolaan diri yang baik. Dengan demikian upaya untuk mengantarkan murid, guru, dan semua warga sekolah mencapai keselamatan dan kebahagiaan (wellbeing) dapat tercapai.

Selain mendidik tugas seorang guru juga adalah  menuntun. Menuntun kekuatan kodrat agar murid, guru, dan semua warga sekolah dapat meningkatkan potensinya. Dengan menerapkan model Tirta dalam coaching mereka akan mampu menemukan jalan keluar dari permasalahan yang mereka hadapi, mereka juga akan dapat menentukan tujuan yang diharapkan.

Kemampuan seorang pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan akan mempengaruhi pencapaian tujuan maksud pendidikan.  Sebab dalam perjalanannya akan berhadapan dengan situasi dilema etika maupun bujukan moral. Dengan pengetahuan pengambilan keputusan yang baik, maka seorang pemimpin pembelajaran akan mampu menyelesaikan masalah dengan menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah-langkah pengambilan keputusan. Dengan demikian pemimpin dapat melakukan pemetaan aset dengan tepat dan dapat diberdayakan secara optimal untuk mencapai visi sekolah.

Koneksi antar materi dalam program guru penggerak sangat sistematis dimulai dari modul 1.1 hingga modul 3.2 dimana saya pribadi sebagai CGP sangat terbantu untuk menggali, mengenali dan mengembangkan kemampuan yang sudah seharusnya dimiliki oleh seorang guru. Hubungan antara sebelum dan sesudah saya mengikuti pelatihan terkait modul 3.2 adalah adanya perubahan paradigma baru dalam pemikiran tentang bagaimana melihat setiap potensi yang dimiliki sekolah dengan berpikir berbasis aset karena ini merupakan salah satu upaya untuk pengembangan sekolah ke arah lebih baik.

 

b. Rancangan tindakan

PRAKARSA PERUBAHAN

 

TAHAPAN

Pertanyaan

Daftar tindakan/ riset/ penyelidikan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban

B-uat pertanyaan (Define)

                   Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan arah investigasi kekuatan/potensi/ peluang;

                   Menggalang atau membangun koalisi tim perubahan

1.      Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat kelas lebih menyenangkan?

2.       Bagaimana mewujudkan kelas yang nyaman dan menyenangkan

 menggali cita-cita dan harapan tentang kelas impian peserta didik dengan menginventarisir potensi dan kekuatan yang mereka miliki

 

A-mbil pelajaran (Discover)

                   Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/potensi/ peluang lewat investigasi;

                   Menentukan bagaimana cara kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar, survei individu, multi unsure

 apa pengalaman menyenangkan yang pernah peserta didik alami

Mengidentifikasi hal-hal yang diinginkan dan pengalaman pembelajaran yang pernah di alami peserta didik melalui survei individu

G-ali mimpi (Dream)

                   Menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud;

                   Mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multiunsur (kapan, di mana, siapa saja).

Seperti apa kelas yang menyenangkan? bagaimana perasaan kelas yang nyaman dan menyenangkan

menanyakan  pendapat setiap angota kelas dan perasaan mereka tentang impian kelas yang nyaman dan menyenangkan,

J-abarkan rencana (Design)

                   Mengidentifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera,dan langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan pencapaian;

                   Menyusun definisi kesuksesan pencapaian

langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan   untuk menyiapkan kelas yang nyaman dan menyenangkan? Bagaimana pengaturan kelas agar tetap nyaman dan menyenangkan

membuat capaian yang realistis

A-tur eksekusi (Deliver)

                   Menentukan siapa yang berperan/ dilibatkan dalam pengambilan keputusan;

                   Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas (misal: SOP, knowledge management, monev/refleksi)

siapa saja yang terlibat dan apa saja peran masing-masing murid ?

menyusun tim kerja

 

Kegiatan  Lokakarya Orientasi  Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 8 Kabupaten   dilaksanakan pada hari   Sabtu, tanggal 13 Mei 2023   di   ...