Kegiatan dalam dua minggu terakhir tepatnya dimulai tanggal 21 maret 2022 adalah kegiatan terakhir dari modul 3.3 Tentang Pengelolaan Program Yang Berdampak Pada Murid. Ada beberapa kegiatan sebagai berukit
1. Ruang presentasi dari tugas kelompok sebelumnya mengenai program Program sekolah yang berdampak pada murid .
2. Rfleksi terbimbing terhadap proses pembelajaran yang telah dilewati, dan apa yang harus dipertimbangkan kemudian dalam menyusun program/kegiatan yang berdampak pada murid.
3. Demonstrasi konstektual dimana disini cgp secara pribadi diarahkan untuk bisa merencanakan sebuah program yang berdampak pada murid dengan menggunakan tahapan Bagja.
4. Elaborasi Pemahaman bersama Instuktur (Ibu Nur Amalia) dalam ruang virtual kegiatan di isi diskusi dan tanya jawab dengan instruktur, pada kegiatan ini CGP dapat mengelaborasi pemahamannya terkait dengan program atau kegiatan pembelajaran yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid.
5. Koneksi antar materi. Tahapan ini sangat menarik dan menantang karena disini SGP diminta untuk melakukan kilas balik dan mereview kembali modul-modul sebelumnya serta mengaitkannya satu sama lain
6. Aksi Nyata. Tahapan ini adalah melaksanakan rencana yang sudah disusun pada demonstrasi konstektual.
Perasaan saya dalam mengikuti rangkaian kegiatan di modul terakhir ini adalah merasa tercerahkan banyak sekali pembelajaran yang saya dapatkan mengenai pemahaman dalam merancang sebuah program sekolah yang berdampak pada murid. Yang nantinya dalam penerapannya sebuah program yang akan dikembangkan di sekolah haruslah bermula dari pemetaan aset atau sumber daya di sekolah, barulah sebuah program akan lebih terarah dan memiliki tingkat kesuksesan dan keberhasilan yang tinggi sebelum membuat keputusan untuk menentukan program sekolah yang tepat tentunya dengan melakukan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan.
Di jurnal terakhir minggu ini saya ingin memaparkan sedikit perasaan saya dalam menempuh pendidikan guru penggerak khususnya di LMS. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan Disini dimulai dari Modul 1 Tentang Paradigma visi guru penggerak dimana dalam modul ini saya secara pribadi bisa memahami makna sebenarnya dari pendidikan berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara selaku bapak pendidikan Indonesia selain itu saya lebih bisa memahami dan menerapkan nilai dan peran guru penggerak untuk melahirkan visi guru penggerak dalam bingkai penerapan Budaya Positif di sekolah tempat saya bertugas, kemudian di modul 2 Tentang Praktek pembelajaran Yang berpihak pada murid di modul ini saya mempelajari dan menerapkan pembelajaran berdiferensisi yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik dan juga bagaimana penerapan sosial emosial dalam pembelajaran di kelas mampu melahirkan hubungan yang baik antara peserta didik dengan peserta didik dan juga peserta didik dengan guru, selain itu ada materi coaching dengan praktek coaching model tirta dimana disini saya sebagai guru dan juga rekan sejawat mampu membantu peserta didik dan juga rekan sejawat saat mereka menghadapi suatu masalah dengan mengarahkan mereka untuk menemukan solusi sendiri dari permasalahan yang mereka hadapi. Pada Modul 3 tentang Pemimpin pembelajaran Dalam Pengembangan sekolah di modul ini saya mempelajari tentang bagaimana dan tahapan apa saya yang harus saya laukukan dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran agar keputusan yang saya ambil tepat. Selanjutnya di materi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. dengan menerapkan pemikiran berbasit aset dan kolaborasi dengan pihak pemangku kepentingan saya mampu mengindentifikasi aset yang di miliki sekolah. Pembelajaran terakhir di modul 3 adalah pengelolaan program yang berdampak pada murid dalam penyusunan melewati tahapan pengujian dan pengambilan keputusan untuk menentukan program yang tepat dan juga mempertimbangkan aset yang dimiliki sekolah dan juga tentunya dengan melibatkan peserta didik melalui suara, pilihan dan kepemilikan murid sehingga program yang dijalankan benar-benar berdampak pada murid. Semua materi dari keseluruhan modul sangat sistematik dan berkaitan satu sama lain.
Dan kalimat untuk penutup jurnal ini adalah bukti nyata dari pemahaman dan perencanaan adalah aksi nyata dan harapan saya semoga ilmu yang saya dapatkan dan yang telah saya terapkan di kelas saya akan terus berimbas ke kelas-kelas yang lain sehingga benar-benar akan membawa perubahan yang baik menuju kemerdekaan belajar dan dapat membentuk peserta didik yang memiliki Profil pelajar pancasila.
#Bergerak Untuk Menggerakkan#
#Guru Bergerak Indonesia Maju#












