Kimia Itu Asik

pembelajaran kimia adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan bahan ajar materi kimia dan dilaksanakan dengan menarik sehingga siswa memperoleh berbagai pengalaman di bidang kimia sesuai dengan standar isi sehingga timbul perubahan dalam pengetahuan

Sumber Belajar ya Dirumah Belajar

.Berbagai macam Pembelajaran di rumah belajar yang bisa kamu temui.

Ayo Ikut PEMBATK

Sebagai upaya pembelajaran Berbasis TIK guru dituntun untuk mengenalkan dan mempelajari Pyang ada pada portal rumah belajar

Rabu, 30 Maret 2022

Jurnal Refleksi - Minggu 24

Kegiatan dalam dua minggu terakhir tepatnya dimulai tanggal 21 maret 2022  adalah  kegiatan terakhir dari modul 3.3 Tentang Pengelolaan Program Yang Berdampak Pada Murid. Ada beberapa kegiatan sebagai berukit

1.  Ruang  presentasi dari tugas  kelompok sebelumnya  mengenai program Program sekolah yang berdampak pada murid . 



2. Rfleksi terbimbing terhadap proses pembelajaran yang telah  dilewati, dan apa yang harus dipertimbangkan kemudian dalam menyusun program/kegiatan yang berdampak  pada murid.

3. Demonstrasi konstektual dimana disini cgp secara pribadi diarahkan untuk bisa merencanakan sebuah program yang berdampak pada murid dengan menggunakan tahapan Bagja. 

4. Elaborasi Pemahaman bersama Instuktur (Ibu Nur Amalia) dalam ruang virtual kegiatan di isi diskusi dan tanya jawab dengan instruktur, pada kegiatan ini CGP dapat mengelaborasi pemahamannya terkait dengan program atau kegiatan pembelajaran yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid.



5. Koneksi antar materi. Tahapan ini sangat menarik dan menantang karena disini SGP diminta untuk melakukan kilas balik dan mereview  kembali modul-modul sebelumnya serta mengaitkannya satu sama lain

6. Aksi Nyata.  Tahapan ini adalah melaksanakan rencana yang sudah disusun pada demonstrasi konstektual.

Perasaan saya dalam mengikuti rangkaian kegiatan di modul terakhir ini adalah merasa tercerahkan  banyak sekali pembelajaran yang saya dapatkan mengenai pemahaman dalam merancang sebuah program sekolah yang berdampak pada murid. Yang nantinya dalam penerapannya sebuah  program yang akan dikembangkan di sekolah haruslah bermula dari pemetaan aset atau sumber daya di sekolah, barulah sebuah program akan lebih terarah dan memiliki tingkat kesuksesan dan keberhasilan yang tinggi  sebelum  membuat keputusan untuk menentukan program sekolah yang tepat tentunya dengan melakukan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan.


Di jurnal terakhir minggu ini saya ingin memaparkan sedikit perasaan saya  dalam menempuh pendidikan guru penggerak khususnya di LMS. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan Disini dimulai dari Modul 1 Tentang Paradigma visi guru penggerak dimana dalam modul ini saya secara pribadi bisa memahami makna sebenarnya dari pendidikan berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara selaku bapak pendidikan Indonesia selain itu saya lebih bisa memahami dan menerapkan nilai dan peran guru penggerak untuk melahirkan visi guru penggerak dalam bingkai penerapan Budaya Positif di sekolah tempat saya bertugas, kemudian di modul 2 Tentang Praktek pembelajaran Yang berpihak pada murid  di modul ini saya mempelajari  dan menerapkan pembelajaran berdiferensisi yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik dan juga bagaimana penerapan sosial emosial dalam pembelajaran di kelas mampu melahirkan hubungan yang baik antara peserta didik dengan peserta didik dan juga peserta didik dengan guru, selain itu ada materi coaching dengan praktek coaching model tirta dimana disini saya sebagai guru dan juga rekan sejawat mampu membantu peserta didik dan juga rekan sejawat saat mereka menghadapi suatu masalah dengan mengarahkan mereka untuk menemukan solusi sendiri dari permasalahan yang mereka hadapi.  Pada Modul 3  tentang Pemimpin pembelajaran Dalam Pengembangan sekolah di modul ini saya mempelajari tentang bagaimana dan tahapan apa saya yang harus saya laukukan dalam  pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran agar keputusan yang saya ambil tepat. Selanjutnya di materi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. dengan menerapkan pemikiran berbasit aset dan kolaborasi dengan pihak pemangku kepentingan saya mampu mengindentifikasi aset yang di miliki sekolah. Pembelajaran terakhir di modul 3 adalah pengelolaan program yang berdampak pada murid dalam penyusunan melewati tahapan pengujian dan pengambilan keputusan untuk menentukan program yang tepat dan juga mempertimbangkan aset yang dimiliki sekolah dan juga tentunya dengan melibatkan peserta didik melalui suara, pilihan dan kepemilikan murid sehingga program yang dijalankan benar-benar berdampak pada murid. Semua materi dari keseluruhan modul sangat sistematik dan berkaitan satu sama lain. 

Dan  kalimat untuk penutup jurnal ini adalah bukti nyata dari pemahaman dan perencanaan adalah aksi nyata dan harapan saya semoga ilmu yang saya dapatkan dan yang telah saya terapkan di kelas saya akan terus  berimbas ke kelas-kelas yang lain sehingga benar-benar akan membawa perubahan yang baik menuju kemerdekaan belajar dan dapat membentuk peserta didik yang memiliki  Profil pelajar pancasila.

#Bergerak Untuk Menggerakkan#

#Guru Bergerak Indonesia Maju#


Jurnal Refleksi- Minggu 23

 Kegiatan pada minggu ini ini dimulai pada tanggal 14 Maret 2022.  minggu ini adalah minggu pertama modul terakhir dari program guru penggerak di mana Di modul ini ini saya mempelajari tentang pengelolaan program sekolah yang berdampak  pada murid.  kegiatan dimulai dengan mulai dari diri kemudian eksplorasi konsep Baik secara mandiri maupun dalam ruang  diskusi di lanjutkan dalam ruang kolaboras dan ruang presentasi  Tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid Di kegiatan ini kami yang terbagi dalam beberapa kelompok kecil ditugaskan untuk merancang sebuah program yang berdampak pada murid.  pada tugas ini kelompok kami mengangkat tentang program sekolah bank sampah. Dalam mengangkat sebuah program hal penting yang perlu dalam sebuah program adalah disini kita harus memperhatikan tentang jenis program apakah masuk ke dalam kokurikuler intrakurikuler atau au extrakurikuler Selain itu dalam sebuah program Kita juga harus melihat memperhatikan kan dan suara pilihan dan kepemilikan siswa sehingga di sini program yang akan dijalankan benar-benar berdampak pada siswa dan juga memperhatikan 7 karakteristik Lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid untuk memudahkan perencanaaan kita bisa mengikuti tahapan BAGJA.


Dalam mengikuti kegiatan ini tentunya menjadi tantangan tersendiri buat saya pribadi dalam menentukan sebuah program yang tentunya berdampak pada murid. dalam sebuah program sekolah kita juga harus melihat tentang Aset yang dimiliki oleh sekolah yang mendukung terlaksananya program sekolah yang direncanakan.

Banyak pembelajaran yang saya dapatkan pada kegiatan ini dalam merencanakan sebuah program kita juga harus melibatkan peserta didik rekan sejawat dan tentunya pihak sekolah.  program akanberjalan baik apabila terjalin kolaborasi yang baik dari setiap komponen yang terlibat dalam program

Selain itu dengan berpikir berbasis Aset akan menjadi kekuatan tersendiri dalam sebuah program

sekolah. Pemahaman yang saya dapatkan pada kegiatan ini akan saya terapkan ke depan dalam

merencanakan sebuah program sekolah yang berdampak pada murid.




Rabu, 16 Maret 2022

3.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 


a.  Sintesis berbagai materi

Dalam menjalankan peran dan nilai seorang guru sebagai Pemimpin Pembelajaran Dalam Pengelolaan Sumber Daya maka guru harus memiliki kemampuan dalam memetakan segala aset yang ada pada ekosistem sekolah  dan memanfaatkannya sebagai  pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas mutu lulusan.

Lingkungan kelas dan sekolah adalah miniatur  dari tatanan masyarakat oleh karena itu pendekatan berbasis aset  dalam rangka pengembangan komunitas  bisa diterapkan di dalam kelas dan lingkungan sekolah, tujuannya adalah untuk mengupayakan pelayanan terbaik kepada peserta didik dengan pengembangan sekolah berpijak   pada kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh sekolah  berfokus pada pembangunan sumber daya yang tersedia

Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus menggunakan pendekatan berbasis aset untuk menggali potensi murid yang berbeda-beda sesuai kodratnya. Guru tidak lagi berpikir tentang kekurangan yang di miliki oleh siswa tapi lebih melihat potensi, bakat dan juga gaya belajar siswa untuk selanjutnya merancang dan juga menghadirkan kelas impian peserta didik sehingga mereka benar-benar merasakan apa makna kemerdekaan dalam belajar. Selain itu dengan memamfaatkan lingkungan sekolah guru juga bisa menghadirkan ruang kelas terbuka dan merancang pembelajaran yang lebih mengedepankan kreativitas peserta didik. Pemamfaatan setiap aset fisik yang dimiliki sekolah juga dapat menunjang pembelajaran peserta didik.

Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya adalah seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk mengenali, menggali, menganalisis, dan memetakan dan memanfaatkan  potensi sumber daya (modal manusia, modal sosial, modal fisik,  modal lingkungan/alam, modal finansial, modal politik, dan juga modal agama dan budaya)  sekolahnya dengan pendekatan berbasis aset (Asset Based Thinking), selanjutnya memanfaatkan dan memberdayakan aset-aset tersebut seoptimal mungkin untuk mewujudkan perubahan dalam pembelajaran yang berpihak pada murid.

Pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran peserta menjadi lebih berkualitas karena di sini kita tidak hanya terpaku dengan kemampuan guru dalam menguasai materi tapi kemampuan guru untuk mendaya gunakan setiap sumber daya yang ada untuk mengembangkan kelas menjadi lebih hidup dan bermakna bagi peserta didik.



Materi pada modul 3.2 Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya dengan modul-modul sebelumnya sangatlah berkaitan  dan keterkaitan itu terangkum dalam makna pendidikan menurut KHD, “ Pendidikan itu adalah proses  menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat”. Kata-kata kunci dalam kalimat tersebut merupakan keterkaitan antara modul  3.2 dengan beberapa modul yang telah dipelajari sebelumnya.

Peserta didik adalah aset yang kita optimalkan untuk didik sesuai kodrat alam dan  kodrat zamannya mereka mempunyai keunikannya tersendiri dengan menerapkan proses pembelajaran yang tepat mereka mampu akan menjadi generasi emas yang siap terjun kedalam masyarakat dan juga dunia usaha.

Selanjutnya selaku guru penggerak dengan memahami dan menjalankan nilai dan peran guru penggerak dan menyadari segala peran dan nilai yang melekat dalam dirinya yaitu menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, mewujudkan kepemimpinan peserta didik dan juga  memiliki nilai mandiri, reflektif, inovatif, kolaboratif dan berpihak pada murid), yang merupakan aset untuk menuntun tumbuh kembang peserta didik sesuai dengan potensi yang ada dalam diri mereka. Dengan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki dalam bingkai kemerdekaan belajar maka lahirlah visi guru penggerak yang juga merupakan visi sekolah. Untuk mencapai cita-cita bersama harus ditentukan dulu tujuan yang jelas dan disepakati bersama. Setelah cita-cita bersama disepakati dalam sebuah visi sekolah maka langkah selanjutnya adalah menyusun langkah pencapaian visi dengan melakukan pendekatan inquiry apresiatif (IA) BAGJA dengan memperhatikan 7 aset utama yang ada dan berpedoman pada pendekatan berbasis aset.

Untuk mewujudkan visi  sekolah yaitu merdeka belajar untuk mencapai peserta didik yang unggul dalam prestasi, berakhlak mulia berdasarkan iman dan takwa maka sangat diperlukan menumbuhkan budaya positif yang mendorong terbentuknya lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Selain itu untuk makna merdeka itu bisa dirasakan oleh peserta didik maka untuk memenuhi  kebutuhan belajar peserta didik dapat  diterapkan melalui  Pembelajaran Berdiferensiasi  dengan muatan ketrampilan sosial dan emosional akan  mampu mengakomodasi setiap kebutuhan belajar peserta didik karena kita menyadari setiap anak dilahirkan dalam kodrat yang berbeda-beda, dan perbedaan itu sendiri adalah aset yang memperkaya keragaman, maka pembelajaran berdiferensiasi menjadi solusi terbaik untuk memfasilitasi dan menyatukan keragaman dalam bingkai merdeka belajar.  Selain itu Pembelajaran sosial emosional sangat diperlukan agar semua warga sekolah memiliki kemampuan untuk berempati, memiliki kesadaran diri, dan pengelolaan diri yang baik. Dengan demikian upaya untuk mengantarkan murid, guru, dan semua warga sekolah mencapai keselamatan dan kebahagiaan (wellbeing) dapat tercapai.

Selain mendidik tugas seorang guru juga adalah  menuntun. Menuntun kekuatan kodrat agar murid, guru, dan semua warga sekolah dapat meningkatkan potensinya. Dengan menerapkan model Tirta dalam coaching mereka akan mampu menemukan jalan keluar dari permasalahan yang mereka hadapi, mereka juga akan dapat menentukan tujuan yang diharapkan.

Kemampuan seorang pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan akan mempengaruhi pencapaian tujuan maksud pendidikan.  Sebab dalam perjalanannya akan berhadapan dengan situasi dilema etika maupun bujukan moral. Dengan pengetahuan pengambilan keputusan yang baik, maka seorang pemimpin pembelajaran akan mampu menyelesaikan masalah dengan menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah-langkah pengambilan keputusan. Dengan demikian pemimpin dapat melakukan pemetaan aset dengan tepat dan dapat diberdayakan secara optimal untuk mencapai visi sekolah.

Koneksi antar materi dalam program guru penggerak sangat sistematis dimulai dari modul 1.1 hingga modul 3.2 dimana saya pribadi sebagai CGP sangat terbantu untuk menggali, mengenali dan mengembangkan kemampuan yang sudah seharusnya dimiliki oleh seorang guru. Hubungan antara sebelum dan sesudah saya mengikuti pelatihan terkait modul 3.2 adalah adanya perubahan paradigma baru dalam pemikiran tentang bagaimana melihat setiap potensi yang dimiliki sekolah dengan berpikir berbasis aset karena ini merupakan salah satu upaya untuk pengembangan sekolah ke arah lebih baik.

 

b. Rancangan tindakan

PRAKARSA PERUBAHAN

 

TAHAPAN

Pertanyaan

Daftar tindakan/ riset/ penyelidikan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban

B-uat pertanyaan (Define)

                   Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan arah investigasi kekuatan/potensi/ peluang;

                   Menggalang atau membangun koalisi tim perubahan

1.      Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat kelas lebih menyenangkan?

2.       Bagaimana mewujudkan kelas yang nyaman dan menyenangkan

 menggali cita-cita dan harapan tentang kelas impian peserta didik dengan menginventarisir potensi dan kekuatan yang mereka miliki

 

A-mbil pelajaran (Discover)

                   Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/potensi/ peluang lewat investigasi;

                   Menentukan bagaimana cara kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar, survei individu, multi unsure

 apa pengalaman menyenangkan yang pernah peserta didik alami

Mengidentifikasi hal-hal yang diinginkan dan pengalaman pembelajaran yang pernah di alami peserta didik melalui survei individu

G-ali mimpi (Dream)

                   Menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud;

                   Mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multiunsur (kapan, di mana, siapa saja).

Seperti apa kelas yang menyenangkan? bagaimana perasaan kelas yang nyaman dan menyenangkan

menanyakan  pendapat setiap angota kelas dan perasaan mereka tentang impian kelas yang nyaman dan menyenangkan,

J-abarkan rencana (Design)

                   Mengidentifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera,dan langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan pencapaian;

                   Menyusun definisi kesuksesan pencapaian

langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan   untuk menyiapkan kelas yang nyaman dan menyenangkan? Bagaimana pengaturan kelas agar tetap nyaman dan menyenangkan

membuat capaian yang realistis

A-tur eksekusi (Deliver)

                   Menentukan siapa yang berperan/ dilibatkan dalam pengambilan keputusan;

                   Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas (misal: SOP, knowledge management, monev/refleksi)

siapa saja yang terlibat dan apa saja peran masing-masing murid ?

menyusun tim kerja

 

Senin, 14 Maret 2022

Jurnal refleksi- minggu 22

Kegiatan minggu ini di awali pada tanggal 07 maret 2022 adalah membuat demontrasi konstektual tentang aset yang dimiliki oleh SMAS  Tauthiah Arongan. Dalam proses menngindentifikasi aset sekolah ini saya merasa tertantang sekaligus juga melatih saya untuk lebih memahami kekuatan yang di miliki oleh sekolah tempat saya bertugas. berikut ini  Pemetaan tujuh kelompok aset- Sumber daya yang dimiliki oleh SMAS Tauthiah Arongan

1. Modal Manusia

Sumber daya manusia yang dimiliki oleh SMAS Tuthiah Arongan yaitu kepala sekolah Bapak Syahril, S.Pd.,Gr.,MM yang memiliki kompetensi kepribadian, manajerial, sosial dan supervisi yang mumpuni. Dibawah kepemimpinan beliau sekolah kami semakin berkembang dari tahun ke tahun salah satunya dengan bertambahnya minat siswa untuk bersekolah di sekolah SMAS Tauthiah Arongan baik itu siswa yang berasal dari daerah kabupaten Bireuen maupun luar kabupaten ada juga siswa yang berasal dari luar provinsi Aceh. Selain itu sumber daya lainnya adalah guru dengan kualifikasi pendidikan sesuai dengan mapel yang di ampu dan berada di usia yang produktik, tendik yang memiliki kemampuan dibidang IT, siswa yang berasal dari berbagai daerah dengan kultur budaya yang berbeda, dan juga warga sekolah lainnya
 
2. Modal Sosial
Modal sosial yang dimiliki adalah terjalinnya kerjasama yang baik antara sekolah dan Lembaga/Yayasan tempat sekolah bernaung, selain itu solidaritas yang baik terjalin antara siswa yang berasal dari berbagai daerah. Hubungan antara komite sekolah, dan juga masyarakat sekitar tetap terjaga dengan baik, selain itu adanya komunitas praktisi di sekolah sebagai tempat guru berbagi dan berkolaborasi sehingga mampu mengembangkan pembelajaran di kelas
  
  
3. Modal Fisik


Bangunan fisik di lingkungan Sekolah SMAS Tauthiah arongan sudah cukup bangun, meliputi  ruang kelas, Ruang kepala sekolah, Ruang Guru, Ruang Tu, laboratorium Komputer, Ruang BP dan juga Mesjid yang berada dalam Lingkungan Sekolah yang menyatu dengan Lingkungan Pesantren.  Untuk infrastruktur lainnya adalah tersedianya listrik, PDAM dan juga jaringan WIFI
 
4. Modal Lingkungan/alam

SMAS Tauthiah Arongan berada dalam komplek Pesantren Tauthiah Arongan tentunya lingkungan yang agamis nyaman dan tentram menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMAS Tauthiah Arongan. Selain mereka menempuh pendidikan di Sekolah mereka juga bisa mendapatkan ilmu agama di Pesantren dan juga melatih kemampuan life skil yang memjadi keunikan tersendiri bagi sekolah kami
 
5. Modal Finansial
Dari segi pembiayaan sekolah SMAS Tauthiah Aongan menerima Dana BOS dari Pemerintah, selain itu ada juga dana dari yayasan dan juga sebagian dari Siswa menerima dana PIP yang dana itu digunakan oleh siswa untuk menunjang pendidikan mereka
 
6. Modal Politik
Terjalinnya kerjasama yang baik dengan Pukesmas, Polsek, Pemerintah kecamatan, Kantor Pemadam Kebakaran dan juga Kantor PLN.
 
7. Modal Agama dan Budaya

SMAS Tauthiah Arongan adalah sekolah swasta di bawah Lembaga Yayasan Pendidikan Islam Tauthiatuh Thullab . Sebuah lembaga yang berlandaskan Syariat Islam yang sangat kental. Aktivitas keagamaan menjadi rutinitas keseharian siswa yang juga sebagai santri seperti  pengajian rutin, peringatan Hari besar islam dan kegiatan life skill lainnya.  Siswa yang berasal dari berbagai daerah berbaur dengan baik dan terjalinnya budaya gotong royong dan juga saling membantu dengan tidak membedakan latar belakang daerah mereka berasal dan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami
dari hasil pemetaan 
Pemetaan tujuh kelompok aset- Sumber daya yang dimiliki oleh SMAS Tauthiah Arongan yang  telah saya buat pembelajaran yang saya dapatkan dengan berpikir berbasis aset akan mampu membuat membuat saya lebih mengenali potensi yang dimiliki oleh sekolah saya untuk selanjutnya bisa dimamfaatkan untuk kemajuan sekolah. 
Selain itu kegiatan dalam minggu ini adalah elaborasi pemahaman bersama instruktur ibu Indra Sari  tentang  strategi pengelolaan sumber daya  melalui proses tanya jawab dan diskusi menggunakan moda konferensi daring. Kegiatan berlangsung sangat menarik karena dari sen


Kegiatan berlangsung sangat menarik karena instruktur mengajak dan mengasah kemampuan peserta CGP untuk selalu berpikir berbasis aset bukan berbasis kekurangan dan ini merupakan pembelajaran yang sangat berharga buat saya pribadi dan bagaimana kedepannya pemahaman ini bisa saya terapkan dan saya imbaskan ke rekan dalam komunitas dan juga guru di sekolah karena saya yakin jika kita berpikir dengan berbasis aset maka kita akan fokus apa yang bisa kita miliki dan memamfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk kemajuan sekolah. 


Sabtu, 12 Maret 2022

Jurnal Refleksi Minggu ke 21

Minggu ini tepatnya di mulai pada  tanggal 28 Februari 2022 kegiatan yang kami lakukan ruang kolaborasi dengan teman rekan CGP yang satu daerah untuk mengindentifikasi aset daerah kami yaitu kecamatan Simpang Mamplam. Aset yang dimaksud di sini adalah  7 aset  utama yang di miliki oleh kecamatan Simpang Mamplam yang dapat dijadikan kekuatan untuk mengembangkan dunia pendidikan khususnya wilayah kecamatan simpang Mamplam. Kelompok kami terdiri dari rekan-rekan CGP  di wilayah Kecamatan Simpang Mamplam, ada yang bertugas di SD, SMP dan saya sendiri bertugas di SMA. Dalam kegiatan diskusi yang berlangsung dalam ruang virtual kami saling memberikan tanggapan mengenai aset yang dimiliki oleh daerah Simpang Mamplam yang bisa digunakan oleh jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA, disini kami tidak berfokus pada aset sekolah yang kami miliki tapi lebih ke aset daerah. dari kegaiatan ini  banyak sekali pengetahuan dan pemahaman tentang daerah saya sendiri yang saya dapatkan dari rekan-rekan CGP yang satu kecamatan dengan saya yang mungkin selama ini saya sendiri belum begitu mengenal atau menyadari aset yang di miliki daerah saya sehingga mamfaat dari kolaborasi ini begitu saya rasakan.  dari hasil diskusi kami maka kelompok kami dapat memetakan 7 aset yang dimiliki oleh kecmaatan simpang mamplam seperti yang kami tuangkan dalam poster berikut ini:

untuk selanjutnya hasil diskusi kami dalam ruang kolaborasi kami presentasikan dalam ruang kolaborasi-presentasi yang juga di ikuti oleh CGP dari daerah /Kecamatan lain. Dalam ruang presentasi yang juga berlangsung secara virtual ada kami saling memaparkan tentang aset yang di miliki oleh daerah kami masing-masing dan ditanggapi oleh kelompok lain.


dari kegiatan ini banyak sekali pembelajaran yang saya dapatkan terutama adalah membangun pola pemikiran berdasarkan pendekatan  berbasis aset (Asset-Based Thinking) yang  merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, dimana kita memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, dan  yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang dimiliki.  Semoga dengan pemahaman yang saya dapatkan saya mampu menerapkannya untuk bisa mengindentifasi aset yang dimiliki sekolah saya. 

Kegiatan  Lokakarya Orientasi  Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 8 Kabupaten   dilaksanakan pada hari   Sabtu, tanggal 13 Mei 2023   di   ...