Kimia Itu Asik
pembelajaran kimia adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan bahan ajar materi kimia dan dilaksanakan dengan menarik sehingga siswa memperoleh berbagai pengalaman di bidang kimia sesuai dengan standar isi sehingga timbul perubahan dalam pengetahuan
Sumber Belajar ya Dirumah Belajar
.Berbagai macam Pembelajaran di rumah belajar yang bisa kamu temui.
Ayo Ikut PEMBATK
Sebagai upaya pembelajaran Berbasis TIK guru dituntun untuk mengenalkan dan mempelajari Pyang ada pada portal rumah belajar
Senin, 28 Februari 2022
Jurnal Refleksi Minggu ke 20
Jurnal Refleksi Minggu ke 19
Kegiatan Minggu ke 19 dimulai pada tanggal 14 Februari 2022 dengan tugas demontrasi konstektual mengenai pengambilan keputusan sebagai pemimpim pembelajaran dimana ada 4 pertanyaan yaitu
- Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda?
- Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?
- Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa.
- Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif.
Pertanyaan ini harus saya jawab dalam bentuk jurnal monolog, dari pertanyaan pada kegiatan demontrasi konstektual dan juga sesi Elaborasi Pemahaman bersama ibu Diah S. Rajasa selaku instruktur saya dapat mengambil kaitan dengan posisi saya sebagai guru penggerak dimana saya menjadi lebih paham tentang langkah apa yang harus saya ambil untuk menerapkan pemahaman tentang materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dan juga mengimbaskan kepada rekan kerja dan juga warga sekolah lainnya sehingga nantinya akan tumbuh budaya positif dan tentang bagaimana sebuah keputusan itu diambil di sekolah saya dan tentunya juga akan memberi pengaruh besar terhadap perkembangan sekolah ke depan dan dampak yang dihasilkan ke peserta didik.
Konsep-konsep utama yang saya pelajari baik dari LMS dan juga dari Instruktur yaitu tentang 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan sangat penting untuk terus saya kembangkan dan terapkan dalam setiap kasus/ permasalahan yang saya hadapi baik itu di lingkungan sekolah ataupun lingkungan saya tinggal. dengan membiasakan menerapkan 9 langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan maka keputusan yang diambil akan lebih tepat dan hal-hal yang tidak diharapakan sebagai akibat dari keputusan itu dapat kita kita hindarkan.
Dengan Memahami dan menerapkan langkah-langkah sebuah keputusan itu di ambil akan membawa perubahan tentang pola pikir saya pribadi dan juga rekan sejawat dan pihak-pihak pemangku kepentingan di sekolah saya. Perubahan ini akan memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan sekolah kami ke depan dalam mewujudkan merdeka belajar.
("Salah satu keberhasilan dari seoarng pemimpin dapat dilihat dari keputusan-keptusan yang diambilnya dan dampak yang dihasilkan" Irawati, S.Pd.,Gr- CGP Angkatan 3 Kab. Bireuen)
3.1.a.9. Koneksi Antarmateri
Dalam pengambilan keputusan nilai-nilai kebajikan
yang ada pada diri kita juga mempengaruhi terhadap keputusan yang kita ambil.
untuk kasus bujukan moral disini dalam pengambilan keputusan nilai-nilai
kebajikan sangat mempengaruhi keputusan kita karena disini kita dituntut untuk
bisa melihat paradigma benar dan salah dalam sebuah kasus dan menentukan
keputusan yang tepat berlandaskan nilai kejujuran, tanggung jawab dan
integritas kita, sedangkan untuk kasus dilema etika terkadang kita juga melihat
aspek moral etika dibandingkan dengan berbasis peraturan.
Dalam kegiatan bimbingan dari pengajar praktik dan
juga fasilitator mengenai materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran, baik pengajar praktik maupun fasilitator menerapkan praktek
coaching model TIRTA sehingga saya sebagai CGP dapat mengindentifikasi kendala
yang saya hadapi dalam pengambilan keputusan dan menentukan keputusan terbaik
dan efektif berdasarkan paradigma dan prinsip dan langkah-langkah pengujian dan
pengambilan keputusan.
Selain pemahaman tentang materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran aspek sosial emosional juga mempengaruhi keputusan yang
diambil. Kompetensi sosial dan
emosional sangat diperlukan agar guru dapat fokus memberikan pembelajaran dan
dapat mengambil keputusan dengan tepat dan bijak sehingga keputusan yang
diambil berdampak pada peserta didik dan dapat mewujudkan merdeka belajar.
Sebagai pendidik ketika dihadapkan dengan
kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral dan etika, baik secara sadar atau
pun tidak akan terpengaruh oleh nilai-nilai yang kita anut. Nilai-nilai
yang kita anut akan mempengaruhi kita sebagai seorang pendidik dalam
mengambil sebuah keputusan. Jika nilai-nilai yang dianut adalah nilai-nilai
positif maka keputusan yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggung
jawabkan. Kita tahu bahwa salah satu nilai-nilai dari Guru Penggerak
adalah berpihak pada peserta didik. Nilai-nilai tersebut akan mendorong guru
untuk menentukan keputusan masalah moral atau etika yang tepat sasaran, benar
dan meminimalisir kemungkinan kesalahan pengambilan keputusan yang dapat
merugikan semua pihak khususnya peserta didik.
Pengambilan keputusan yang tepat,
tentunya harus melewati langkah-langkah pengujian dan pengambilan keputusan
yaitu sebagai pendidik ketika dihadapkan dengan
kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral dan etika, baik secara sadar atau
pun tidak akan terpengaruh oleh nilai-nilai yang kita anut. Nilai-nilai
yang kita anut akan mempengaruhi kita sebagai seorang pendidik dalam
mengambil sebuah keputusan. Jika nilai-nilai yang dianut adalah nilai-nilai
positif maka keputusan yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggung-jawabkan. Kita tahu bahwa salah satu nilai-nilai dari Guru Penggerak
adalah berpihak pada peserta didik. Nilai-nilai tersebut akan mendorong guru
untuk menentukan keputusan masalah moral atau etika yang tepat sasaran, benar
dan meminimalisir kemungkinan kesalahan pengambilan keputusan yang dapat
merugikan semua pihak khususnya peserta didik.
pengambilan keputusan yang tepat, tentunya harus
melewati langkah-langkah pengujian dan pengambilan keputusan yaitu
- Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan hal ini sebagai upaya mengidentifikasi masalah yang sedang kita hadapi, apakah bujukan moral atau dilema etika
- Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini. Bila kita telah mengenali bahwa ada masalah moral di situasi yang sedang kita hadapi, pertanyaannya adalah dilema siapakah ini? Bukan berarti kalau permasalahan tersebut bukan dilema kita, maka kita menjadi tidak peduli. Karena kalau permasalahan ini sudah menyangkut aspek moral, kita semua seharusnya merasa terpanggil.
- Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini. Proses pengambilan keputusan yang baik membutuhkan data yang lengkap dan detail; apa yang terjadi di awal situasi tersebut, bagaimana hal itu terkuak, apa yang akhirnya terjadi, siapa berkata apa pada siapa, kapan mereka mengatakannya. Data-data tersebut penting karena dilema etika tidak bersifat teoritis, namun ada faktor-faktor pendorong dan penarik yang mempengaruhi situasi tersebut, sehingga data yang detail akan menjelaskan alasan seseorang melakukan sesuatu dan bisa juga mencerminkan kepribadian seseorang dalam situasi tersebut. Kita juga harus bisa menganalisis hal-hal apa saja yang potensial yang bisa terjadi di waktu yang akan datang.
- Pengujian benar atau salah
- Pengujian Paradigma Benar lawan Benar. Dari keempat paradigma berikut ini yaitu paradigma Individu lawan masyarakat (individual vs community), Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy) . Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty) ,Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)Pentingnya mengidentifikasi paradigma ini, bukan hanya mengelompokkan permasalahan, namun membawa penajaman bahwa situasi yang Anda hadapi betul-betul mempertentangkan antara dua nilai-nilai inti kebajikan yang sama-sama penting.
- Melakukan Prinsip Resolusi Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, mana yang akan dipakai? Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) atau Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
- Investigasi Opsi Trilema Dalam mengambil keputusan, seringkali ada 2 pilihan yang bisa kita pilih. Terkadang kita perlu mencari opsi di luar dari 2 pilihan yang sudah ada. Kita bisa bertanya pada diri kita, apakah ada cara untuk berkompromi dalam situasi ini. Terkadang akan muncul sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya yang bisa saja muncul di tengah-tengah kebingungan menyelesaikan masalah. Itulah yang dinamakan investigasi opsi trilema.
- Buat Keputusan Akhirnya kita akan sampai pada titik di mana kita harus membuat keputusan yang membutuhkan keberanian secara moral untuk melakukannya (https://lms20-gp.simpkb.id/mod/questionnaire/view.php?id=190795)
Setelah melawati
langkah-langkah pengujian dan pengambilan keputusan diharapkan keputusan
yang diambil tepat dan tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan
yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Untuk menjalankan pengambilan
keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika di lingkungan sekolah tentunya
pemahaman tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran harus
saya imbaskan ke rekan sejawat dan juga warga sekolah lainnya sehingga
nantinya kami akan memiliki pemahaman yang sama dalam pengambilan keputusan
yang tepat. misalnya dalam menentukan metode pembelajaran yang digunakan oleh
guru apabila dalam menentukan keputusan
penggunaan metode tersebut sudah berpihak kepada murid dalam hal ini tentang
metode yang digunakan oleh guru, media dan sistem penilaian yang dilakukan yang
sudah sesuai dengan kebutuhan murid, maka hal ini akan dapat memerdekakan murid
dalam belajar dan pada akhirnya murid dapat berkembang sesuai dengan potensi
dan kodratnya sehingga murid akan
belajar menjadi orang-orang yang merdeka, kreatif , inovatif dalam mengambil
keputusan yang menentukan bagi masa depan mereka sendiri. Di masa depan mereka
akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang matang, penuh pertimbangan dan cermat
dalam mengambil keputusan-keputusan penting bagi kehidupan dan pekerjaannya. Keputusan yang berpihak kepada murid haruslah
melalui pertimbangan dimana dilakukan terlebih dahulu pemetaan terhadap
minat belajar, profil belajar dan kesiapan belajar murid untuk kemudian
dilakukan pembelajaran berdiferensiasi yaitu melakukan diferensiasi konten,
diferensiasi proses dan diferensiasi produk dan memasukkan muatan KSE dalam
pembelajarannya.
Kesimpulan yang didapat dari pembelajaran modul 3.1
pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran jika dikaitkan dengan
modul-modul sebelumnya adalah Pengambilan keputusan adalah suatu kompetensi
atau kemampuan yang harus dimiiki oleh seorang guru dengan
berpedoman kepada filosofi Ki Hajar Dewantara dimana guru menjadi teladan bagi
peserta didik dan memberikan bimbingan serta memberi dorongan dan
semangat kepada mereka agar mereka mampu mengembangkan bakat yang
dimilikinya selain itu dengan memahami peran dan nilai-nilai guru
penggerak akan berdampak pada nilai-nilai kebajikan yang nantinya ikut
mempengaruhi keputusan yang diambil. Dalam pengambilan keputusan seorang guru juga harus memiliki
kesadaran penuh (mindfullness) sehingga keputusan yang diambil tepat dan
berdampak pada peserta didik .
Sabtu, 19 Februari 2022
Jurnal Refleksi Minggu ke 18
Kegiatan selanjutnya adalah Ruang Kolaborasi bersama Kelompok yang telah di bagi oleh Fasilitator. Disini kami diberikan tugas untuk menyusun sebuah kasus dilema etika yang terjadi di lingkungan untuk kemudian di analisis dan menerapkan 9 langkah dalam pengambilan dan pengujian keputusan untuk kasus dilema etika yang kami susun. Selain itu kami juga diminta untuk menganalisis kasus dari kelompok lain
Kegiatan minggu ini di akhiri dengan Refleksi Terbimbing - Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran. refleksi ini bertujuan untuk mengambil makna dari pengalaman belajar dan mengadakan metakognisi terhadap proses pengambilan keputusan yang telah saya lalui dan menggunakan pemahaman baru untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan selanjutnya sehingga keputusan kedepan yang diambil akan tepat dan efektif.
Selama pembelajaran berlangsung banyak hal baru yang saya dapatkan dan juga merupakan tantangan tersendiri buat saya untuk melaksanakan prosedur pengambilan keputusan tersebut. Banyak pembelajaran yang saya dapatkan disini terutama dalam mengatasi sebuah permasalahan disini kita tidak semata berpatok pada aturan yang ada tapi ada aspek moral yang perlu juga dipertimbangkan begitu juga sebaliknya. selain itu pentingnya mengindentifikasi paradigma dilema etika bukan hanya mengelompokkan permasalahan, namun membawa pemahaman bahwa situasi yang dihadapi betul-betul mempertentangkan antara dua nilai kebajikan yang sama-sama penting. untuk pengambilan keputusan tentunya bukanlah hal yang mudah namun dengan menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan akan memberikan hasil yang tepat.
Rabu, 09 Februari 2022
Jurnal Refleksi -Minggu 17
Minggu ini tepatnya tanggal 02 Februari 2022 pembelajaran paket modul 3 pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah di mulai. Pembelajaran secara daring di mulai dengan pre test modul 3.1 tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran untuk mengetahui kemampuan awal dari peserta calon guru penggerak. pengalaman-pengalaman dalam mengambil keputusan selama ini mempengaruhi jawaban yang saya berikan dan juga nilai yang saya dapatkan membuat saya bisa mengukur kemampuan saya sendiri dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. kegiatan selanjutnya adalah mulai dari diri dan ekplorasi konsep-Mandiri yang membuat saya lebih memahami tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.
Selama kegiatan ini berlangsung saya merasa tertantang untuk terus mengali infomasi bagaimana pengambilan keputusan yang tepat dan saya dapat saya membedakaan antara dilema etika dan bujukan moral.
Banyak pembelajaran yang saya dapatkan tentang bagaimana sebuah keputusan itu dibuat dan setiap keputusan yang kita ambil akan ada konsekuensi yang mengikutinya, dan oleh sebab itu setiap keputusan perlu berdasarkan pada rasa tanggung jawab, nilai-nilai kebajikan universal dan berpihak pada murid.
Setelah mempelajari modul 3.1 ini saya berharap dapat menerapkan pengambilan keputusan yang tepat.
"Tepat atau tidaknya sebuah keputusan dapat dilihat pada saat keputusan itu berjalan, maka sebelum sebuah keputusan diambil pahami dengan benar keadaannya "
Kegiatan Lokakarya Orientasi Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 8 Kabupaten dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 13 Mei 2023 di ...









