Kimia Itu Asik

pembelajaran kimia adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan bahan ajar materi kimia dan dilaksanakan dengan menarik sehingga siswa memperoleh berbagai pengalaman di bidang kimia sesuai dengan standar isi sehingga timbul perubahan dalam pengetahuan

Sumber Belajar ya Dirumah Belajar

.Berbagai macam Pembelajaran di rumah belajar yang bisa kamu temui.

Ayo Ikut PEMBATK

Sebagai upaya pembelajaran Berbasis TIK guru dituntun untuk mengenalkan dan mempelajari Pyang ada pada portal rumah belajar

Senin, 28 Februari 2022

Jurnal Refleksi Minggu ke 20

    Kegiatan Minggu ke 20 diawali dengan aksi nyata dari modul 3.1 Pengambilan keputusan sebagai Pemimpim Pembelajaran dilanjutkan dengan Modul 3.2 Pemimpin dalam sumber daya Alam. Pada kegiatan mulai dari Diri dan ekspolasi  konsep -Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Pembelajaran dan eksplorasi konsep melalui forum diskusi tentang pemimpin dalam pembelajaran  banyak hal yang saya dapatkan mulai dari sejauh mana saya memahami sekolah sebagai sebuah ekosistem dengan faktor biotik dan abiotik di dalamnya dan bagamana melihat aset dari sebuah ekosistem dan mengelolanya dengan baik. Selain itu penggunanan Pendekatan  berbasis aset (Asset-Based Thinking)  merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif sehingga mampu menjadikan sebuah ekosistem/sekolah  dapat  berkembang dengan baik. 

Kegiatan selanjutnya dalam minggu ini tepatnya hari sabtu tanggal 26 Februari 20221 diadakan  Lokakarya ke 5 yang berlangsung secara  daring dikarenakan status kabupaten bireuen berada di Level 3 dalam penyebaran covid-19. 



Meskipun kegiatan dilaksanakan secara daring dan cuaca yang tidak bersahabat dimana hujan lebat sehingga ada sedikit ganguan pada signal internet namun hal ini  tidak menyurutkan semangat rekan-rekan CGP dalam mengikuti lokakarya dari awal hingga selesai. Selama Kegiatan loka karya berlangsung saya dan rekan CGP lainnya sangat semangat mengikuti  kegiatan. Dalam loka karya ini Pangajar Praktik mengajak Kami para CGP untuk merefleksikan  capaian kompetensi guru penggerak 3 bulan yang telah berhasil kami capai dan kompetensi apa yang belum berkembang. Selain itu kami juga diarahkan untuk membuat rencana pengembangan kompetensi 3 bulan ke depan. Banyak pembelajaran yang saya dapatkan di sini baik itu dari Pengajar Praktik maupun dari rekan CGP lainya mengenai strategi-strategi baru yang bisa saya terapkan untuk mengembangkan kompetensi yang belum berkembang dari diri saya selaku calon guru penggerak. Secara pribadi dari awal hingga sampai saat ini mengikuti kegiatan pendidikan guru penggerak banyak hal positif yang saya dapatkan dan teknik pembelajaran dengan adanya pendampingan baik itu dari fasilitator dan pengajar praktik sangat membantu saya dan juga rekan CGP lainnya dalam mengembangkan kompetensi yang dimiliki dan menerapkannya di sekolah masing-masing dengan harapan nantinya kami menjadi agen perubahan terhadap paradigma pendidikan dan harapan terbesar adalah mampu membawa perubahan pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik dan tentunya itu akan terwujud dengan menghadirkan kelas dan lingkungan sekolah yang mampu mewujudkan merdeka belajar dan terbentuknya karakter profil pelajar Pancasila pada peserta didik.
(Terus bergerak untuk sebuah perubahan yang lebih baik-Irawati, S.Pd.,Gr-CGP Angkatan- 3 Kab. Bireuen)


Jurnal Refleksi Minggu ke 19

Kegiatan Minggu ke 19 dimulai pada tanggal 14 Februari 2022 dengan tugas  demontrasi konstektual mengenai pengambilan keputusan sebagai pemimpim pembelajaran dimana ada 4 pertanyaan yaitu 

  • Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda?
  • Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?
  • Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa.
  • Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif.

Pertanyaan ini  harus saya jawab dalam bentuk jurnal monolog, dari pertanyaan pada kegiatan demontrasi konstektual dan juga sesi Elaborasi Pemahaman bersama ibu Diah S. Rajasa selaku instruktur  saya dapat mengambil kaitan dengan posisi saya sebagai guru penggerak dimana saya menjadi lebih paham tentang  langkah apa yang harus saya ambil untuk menerapkan pemahaman tentang materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dan juga mengimbaskan kepada rekan kerja dan juga warga sekolah lainnya sehingga nantinya akan tumbuh budaya positif dan tentang bagaimana sebuah keputusan itu diambil di sekolah saya dan tentunya juga akan memberi pengaruh besar terhadap perkembangan sekolah  ke depan dan dampak yang dihasilkan ke peserta didik. 

     (Kegiatan Elaborasi Pemahaman bersama Instruktur)

Konsep-konsep utama yang saya pelajari baik dari LMS dan juga dari Instruktur yaitu tentang 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan sangat penting untuk terus saya kembangkan dan terapkan dalam setiap kasus/ permasalahan yang saya hadapi baik itu di lingkungan sekolah ataupun lingkungan saya tinggal. dengan membiasakan menerapkan 9 langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan maka keputusan yang diambil akan lebih tepat dan hal-hal yang tidak diharapakan sebagai akibat dari keputusan itu dapat kita kita hindarkan.

Dengan Memahami dan menerapkan  langkah-langkah sebuah keputusan itu di ambil akan membawa perubahan tentang pola pikir saya pribadi dan juga rekan sejawat dan pihak-pihak pemangku kepentingan di sekolah saya. Perubahan ini akan memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan sekolah kami ke depan dalam mewujudkan merdeka belajar.

("Salah satu keberhasilan dari seoarng pemimpin dapat dilihat dari keputusan-keptusan yang diambilnya dan dampak yang dihasilkan" Irawati, S.Pd.,Gr- CGP Angkatan 3 Kab. Bireuen)




3.1.a.9. Koneksi Antarmateri


       
   Dalam pengambilan keputusan nilai-nilai kebajikan yang ada pada diri kita juga mempengaruhi terhadap keputusan yang kita ambil. untuk kasus bujukan moral disini dalam pengambilan keputusan nilai-nilai kebajikan sangat mempengaruhi keputusan kita karena disini kita dituntut untuk bisa  melihat paradigma benar dan salah dalam sebuah kasus dan menentukan keputusan yang tepat berlandaskan nilai kejujuran, tanggung jawab dan  integritas kita, sedangkan untuk kasus dilema etika terkadang kita juga melihat aspek moral etika dibandingkan dengan berbasis peraturan.

        Dalam kegiatan bimbingan dari pengajar praktik dan juga fasilitator mengenai materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, baik pengajar praktik maupun fasilitator menerapkan praktek coaching model TIRTA sehingga saya sebagai CGP dapat mengindentifikasi kendala yang saya hadapi dalam pengambilan keputusan dan menentukan keputusan terbaik dan efektif berdasarkan paradigma dan prinsip dan langkah-langkah pengujian dan pengambilan keputusan.
    Selain pemahaman tentang materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran aspek sosial emosional juga mempengaruhi keputusan yang diambil. Kompetensi sosial dan emosional sangat diperlukan agar guru dapat fokus memberikan pembelajaran dan dapat mengambil keputusan dengan tepat dan bijak sehingga keputusan yang diambil berdampak pada peserta didik dan dapat mewujudkan merdeka belajar.
           Sebagai pendidik ketika dihadapkan dengan kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral dan etika, baik secara sadar atau pun tidak akan terpengaruh oleh nilai-nilai yang kita anut. Nilai-nilai yang  kita anut akan mempengaruhi kita sebagai seorang pendidik dalam mengambil sebuah keputusan. Jika nilai-nilai yang dianut adalah nilai-nilai positif maka keputusan yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Kita tahu bahwa salah satu  nilai-nilai dari Guru Penggerak adalah berpihak pada peserta didik. Nilai-nilai tersebut akan mendorong guru untuk menentukan keputusan masalah moral atau etika yang tepat sasaran, benar dan meminimalisir kemungkinan kesalahan pengambilan keputusan yang dapat merugikan semua pihak khususnya peserta didik.
         Pengambilan keputusan yang tepat, tentunya harus melewati langkah-langkah pengujian dan pengambilan keputusan yaitu sebagai pendidik ketika dihadapkan dengan kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral dan etika, baik secara sadar atau pun tidak akan terpengaruh oleh nilai-nilai yang kita anut. Nilai-nilai yang  kita anut akan mempengaruhi kita sebagai seorang pendidik dalam mengambil sebuah keputusan. Jika nilai-nilai yang dianut adalah nilai-nilai positif maka keputusan yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggung-jawabkan. Kita tahu bahwa salah satu  nilai-nilai dari Guru Penggerak adalah berpihak pada peserta didik. Nilai-nilai tersebut akan mendorong guru untuk menentukan keputusan masalah moral atau etika yang tepat sasaran, benar dan meminimalisir kemungkinan kesalahan pengambilan keputusan yang dapat merugikan semua pihak khususnya peserta didik.

        pengambilan keputusan yang tepat, tentunya harus melewati langkah-langkah pengujian dan pengambilan keputusan yaitu 

  1. Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan  hal ini sebagai upaya mengidentifikasi masalah yang sedang kita hadapi, apakah bujukan moral atau dilema etika 
  2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini. Bila kita telah mengenali bahwa ada masalah moral di situasi yang sedang kita hadapi, pertanyaannya adalah dilema siapakah ini? Bukan berarti kalau permasalahan tersebut bukan dilema kita, maka kita menjadi tidak peduli. Karena kalau permasalahan ini sudah menyangkut aspek moral, kita semua seharusnya merasa terpanggil.
  3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini. Proses pengambilan keputusan yang baik membutuhkan data yang lengkap dan detail; apa yang terjadi di awal situasi tersebut, bagaimana hal itu terkuak, apa yang akhirnya terjadi, siapa berkata apa pada siapa, kapan mereka mengatakannya. Data-data tersebut penting karena dilema etika tidak bersifat teoritis, namun ada faktor-faktor pendorong dan penarik yang mempengaruhi situasi tersebut, sehingga data yang detail akan menjelaskan alasan seseorang melakukan sesuatu dan bisa juga mencerminkan kepribadian seseorang dalam situasi tersebut. Kita juga harus bisa menganalisis hal-hal apa saja yang potensial yang bisa terjadi di waktu yang akan datang.
  4.  Pengujian benar atau salah 
  5.  Pengujian Paradigma Benar lawan Benar. Dari keempat paradigma berikut ini yaitu  paradigma   Individu lawan masyarakat (individual vs community),  Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy) . Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty) ,Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)Pentingnya mengidentifikasi paradigma ini, bukan hanya mengelompokkan permasalahan, namun membawa penajaman bahwa situasi yang Anda hadapi betul-betul mempertentangkan antara dua nilai-nilai inti kebajikan yang sama-sama penting. 
  6. Melakukan Prinsip Resolusi Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, mana yang akan dipakai? Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) atau  Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking) 
  7. Investigasi Opsi Trilema Dalam mengambil keputusan, seringkali ada 2 pilihan yang bisa kita pilih. Terkadang kita perlu mencari opsi di luar dari 2 pilihan yang sudah ada. Kita bisa bertanya pada diri kita, apakah ada cara untuk berkompromi dalam situasi ini. Terkadang akan muncul sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya yang bisa saja muncul di tengah-tengah kebingungan menyelesaikan masalah. Itulah yang dinamakan investigasi opsi trilema. 
  8. Buat Keputusan Akhirnya kita akan sampai pada titik di mana kita harus membuat keputusan yang membutuhkan keberanian secara moral untuk melakukannya (https://lms20-gp.simpkb.id/mod/questionnaire/view.php?id=190795)

           Setelah melawati langkah-langkah pengujian dan pengambilan  keputusan diharapkan keputusan yang diambil tepat dan  tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika di lingkungan sekolah tentunya pemahaman tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran harus saya  imbaskan ke rekan sejawat dan juga warga sekolah lainnya sehingga nantinya kami akan memiliki pemahaman yang sama dalam pengambilan keputusan yang tepat. misalnya dalam menentukan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru apabila dalam menentukan keputusan penggunaan metode tersebut sudah berpihak kepada murid dalam hal ini tentang metode yang digunakan oleh guru, media dan sistem penilaian yang dilakukan yang sudah sesuai dengan kebutuhan murid, maka hal ini akan dapat memerdekakan murid dalam belajar dan pada akhirnya murid dapat berkembang sesuai dengan potensi dan kodratnya sehingga murid akan belajar menjadi orang-orang yang merdeka, kreatif , inovatif dalam mengambil keputusan yang menentukan bagi masa depan mereka sendiri. Di masa depan mereka akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang matang, penuh pertimbangan dan cermat dalam mengambil keputusan-keputusan penting bagi kehidupan dan pekerjaannya. Keputusan yang berpihak kepada murid haruslah melalui pertimbangan  dimana dilakukan terlebih dahulu pemetaan terhadap minat belajar, profil belajar dan kesiapan belajar murid untuk kemudian dilakukan pembelajaran berdiferensiasi yaitu melakukan diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk dan memasukkan muatan KSE dalam pembelajarannya.

        Kesimpulan yang didapat dari pembelajaran modul  3.1 pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran jika dikaitkan dengan modul-modul sebelumnya adalah Pengambilan keputusan adalah suatu kompetensi atau kemampuan  yang harus dimiiki oleh seorang guru dengan berpedoman  kepada filosofi Ki Hajar Dewantara dimana guru menjadi teladan bagi peserta didik  dan memberikan bimbingan serta memberi dorongan dan semangat kepada mereka agar mereka  mampu mengembangkan bakat yang dimilikinya  selain itu dengan memahami peran dan nilai-nilai guru penggerak akan berdampak pada nilai-nilai kebajikan yang nantinya ikut mempengaruhi keputusan yang diambil.  Dalam pengambilan keputusan seorang guru juga  harus memiliki kesadaran penuh (mindfullness) sehingga keputusan yang diambil tepat dan berdampak pada peserta didik .

        

 

Sabtu, 19 Februari 2022

Jurnal Refleksi Minggu ke 18

    Kegiatan minggu ini tepatnya 7-11 Februari 2022  diawali dengan Eksplorasi Konsep-Mandiri tentang  Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran. ada beberapa materi yang saya dalami dari LMS yaitu nilai kebajikan universal, prinsip pengambilan keputusan dan konsep pengambilan dan pengujian keputusan. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi dimana setiap CGP akan mendalami materi melalui studi kasus dalam bentuk Video. Para CGP masing-masing mendapat 1 video untuk di analisis hasil analisis akan di diskusikan dalam forum diskusi bersama fasilitator dan rekan CGP lainnya. dalam menganalisis kasus dari video merupakan tantangan tersendiri karena disini diperlukan pemahaman terhadap materi pengambilan keputusan sebagai pemimpim pembelajaran sehingga hasil yang di analisis dari video tepat. 
    Kegiatan selanjutnya adalah Ruang Kolaborasi bersama Kelompok yang telah di bagi oleh Fasilitator. Disini kami diberikan tugas untuk menyusun sebuah kasus dilema etika yang terjadi di lingkungan untuk kemudian di analisis dan menerapkan 9 langkah dalam pengambilan dan pengujian keputusan untuk kasus dilema etika yang kami susun. Selain itu kami juga diminta untuk menganalisis kasus dari kelompok lain

    Kegiatan minggu ini di akhiri dengan Refleksi Terbimbing - Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran. refleksi ini bertujuan untuk mengambil makna dari pengalaman belajar dan mengadakan metakognisi terhadap proses pengambilan keputusan yang telah saya lalui dan menggunakan pemahaman baru untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan selanjutnya sehingga keputusan kedepan yang diambil akan tepat dan efektif. 
    Selama pembelajaran berlangsung banyak hal baru yang saya dapatkan dan juga merupakan tantangan tersendiri buat saya untuk melaksanakan prosedur pengambilan keputusan tersebut. Banyak pembelajaran yang saya dapatkan disini terutama dalam mengatasi sebuah permasalahan disini kita tidak semata berpatok pada aturan yang ada tapi ada aspek moral yang perlu juga dipertimbangkan begitu juga sebaliknya. selain itu pentingnya mengindentifikasi paradigma dilema etika bukan hanya mengelompokkan permasalahan, namun membawa pemahaman bahwa situasi yang dihadapi betul-betul mempertentangkan antara dua nilai kebajikan yang sama-sama penting. untuk pengambilan keputusan tentunya bukanlah hal yang mudah namun dengan menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan akan memberikan hasil yang tepat. 
    Dalam sebuah ekosistem sekolah pemahaman tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran sangat diperlukan karena keputusan yang kurang tepat akan berimbas pada hasil yang ingin di capai. Dengan adanya kegiatan bersama komunitas praktisi saya akan berbagi pengetahuan yang saya dapatkan di Program guru penggerak dan mengajak rekan sejawat dan juga pemangku kepentingan untuk berkolaborasi memberikan yang terbaik untuk pendidikan di sekolah saya.

Rabu, 09 Februari 2022

Jurnal Refleksi -Minggu 17

Minggu ini tepatnya tanggal 02 Februari 2022 pembelajaran paket  modul 3 pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah di mulai. Pembelajaran secara daring di mulai dengan pre test modul 3.1 tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran  untuk mengetahui kemampuan awal dari peserta calon guru penggerak. pengalaman-pengalaman dalam mengambil keputusan selama ini mempengaruhi jawaban yang saya berikan dan juga nilai yang saya dapatkan membuat saya bisa mengukur kemampuan saya sendiri dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. kegiatan selanjutnya adalah mulai dari diri dan ekplorasi konsep-Mandiri yang membuat saya lebih memahami tentang  pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. 

Selama kegiatan ini berlangsung  saya merasa tertantang untuk terus mengali infomasi bagaimana  pengambilan keputusan yang tepat dan saya dapat saya membedakaan  antara dilema etika dan bujukan moral.

Banyak pembelajaran yang saya dapatkan tentang bagaimana sebuah keputusan itu dibuat dan  setiap keputusan yang kita ambil akan ada konsekuensi yang mengikutinya, dan oleh sebab itu setiap keputusan perlu berdasarkan pada rasa tanggung jawab, nilai-nilai kebajikan universal dan berpihak pada murid.

Setelah mempelajari modul 3.1 ini saya berharap dapat menerapkan pengambilan keputusan yang tepat.


"Tepat atau tidaknya sebuah keputusan dapat dilihat pada saat keputusan itu berjalan, maka sebelum sebuah keputusan diambil pahami dengan benar keadaannya "

Kegiatan  Lokakarya Orientasi  Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 8 Kabupaten   dilaksanakan pada hari   Sabtu, tanggal 13 Mei 2023   di   ...