Senin, 28 Februari 2022

3.1.a.9. Koneksi Antarmateri


       
   Dalam pengambilan keputusan nilai-nilai kebajikan yang ada pada diri kita juga mempengaruhi terhadap keputusan yang kita ambil. untuk kasus bujukan moral disini dalam pengambilan keputusan nilai-nilai kebajikan sangat mempengaruhi keputusan kita karena disini kita dituntut untuk bisa  melihat paradigma benar dan salah dalam sebuah kasus dan menentukan keputusan yang tepat berlandaskan nilai kejujuran, tanggung jawab dan  integritas kita, sedangkan untuk kasus dilema etika terkadang kita juga melihat aspek moral etika dibandingkan dengan berbasis peraturan.

        Dalam kegiatan bimbingan dari pengajar praktik dan juga fasilitator mengenai materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, baik pengajar praktik maupun fasilitator menerapkan praktek coaching model TIRTA sehingga saya sebagai CGP dapat mengindentifikasi kendala yang saya hadapi dalam pengambilan keputusan dan menentukan keputusan terbaik dan efektif berdasarkan paradigma dan prinsip dan langkah-langkah pengujian dan pengambilan keputusan.
    Selain pemahaman tentang materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran aspek sosial emosional juga mempengaruhi keputusan yang diambil. Kompetensi sosial dan emosional sangat diperlukan agar guru dapat fokus memberikan pembelajaran dan dapat mengambil keputusan dengan tepat dan bijak sehingga keputusan yang diambil berdampak pada peserta didik dan dapat mewujudkan merdeka belajar.
           Sebagai pendidik ketika dihadapkan dengan kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral dan etika, baik secara sadar atau pun tidak akan terpengaruh oleh nilai-nilai yang kita anut. Nilai-nilai yang  kita anut akan mempengaruhi kita sebagai seorang pendidik dalam mengambil sebuah keputusan. Jika nilai-nilai yang dianut adalah nilai-nilai positif maka keputusan yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Kita tahu bahwa salah satu  nilai-nilai dari Guru Penggerak adalah berpihak pada peserta didik. Nilai-nilai tersebut akan mendorong guru untuk menentukan keputusan masalah moral atau etika yang tepat sasaran, benar dan meminimalisir kemungkinan kesalahan pengambilan keputusan yang dapat merugikan semua pihak khususnya peserta didik.
         Pengambilan keputusan yang tepat, tentunya harus melewati langkah-langkah pengujian dan pengambilan keputusan yaitu sebagai pendidik ketika dihadapkan dengan kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral dan etika, baik secara sadar atau pun tidak akan terpengaruh oleh nilai-nilai yang kita anut. Nilai-nilai yang  kita anut akan mempengaruhi kita sebagai seorang pendidik dalam mengambil sebuah keputusan. Jika nilai-nilai yang dianut adalah nilai-nilai positif maka keputusan yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggung-jawabkan. Kita tahu bahwa salah satu  nilai-nilai dari Guru Penggerak adalah berpihak pada peserta didik. Nilai-nilai tersebut akan mendorong guru untuk menentukan keputusan masalah moral atau etika yang tepat sasaran, benar dan meminimalisir kemungkinan kesalahan pengambilan keputusan yang dapat merugikan semua pihak khususnya peserta didik.

        pengambilan keputusan yang tepat, tentunya harus melewati langkah-langkah pengujian dan pengambilan keputusan yaitu 

  1. Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan  hal ini sebagai upaya mengidentifikasi masalah yang sedang kita hadapi, apakah bujukan moral atau dilema etika 
  2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini. Bila kita telah mengenali bahwa ada masalah moral di situasi yang sedang kita hadapi, pertanyaannya adalah dilema siapakah ini? Bukan berarti kalau permasalahan tersebut bukan dilema kita, maka kita menjadi tidak peduli. Karena kalau permasalahan ini sudah menyangkut aspek moral, kita semua seharusnya merasa terpanggil.
  3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini. Proses pengambilan keputusan yang baik membutuhkan data yang lengkap dan detail; apa yang terjadi di awal situasi tersebut, bagaimana hal itu terkuak, apa yang akhirnya terjadi, siapa berkata apa pada siapa, kapan mereka mengatakannya. Data-data tersebut penting karena dilema etika tidak bersifat teoritis, namun ada faktor-faktor pendorong dan penarik yang mempengaruhi situasi tersebut, sehingga data yang detail akan menjelaskan alasan seseorang melakukan sesuatu dan bisa juga mencerminkan kepribadian seseorang dalam situasi tersebut. Kita juga harus bisa menganalisis hal-hal apa saja yang potensial yang bisa terjadi di waktu yang akan datang.
  4.  Pengujian benar atau salah 
  5.  Pengujian Paradigma Benar lawan Benar. Dari keempat paradigma berikut ini yaitu  paradigma   Individu lawan masyarakat (individual vs community),  Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy) . Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty) ,Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)Pentingnya mengidentifikasi paradigma ini, bukan hanya mengelompokkan permasalahan, namun membawa penajaman bahwa situasi yang Anda hadapi betul-betul mempertentangkan antara dua nilai-nilai inti kebajikan yang sama-sama penting. 
  6. Melakukan Prinsip Resolusi Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, mana yang akan dipakai? Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) atau  Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking) 
  7. Investigasi Opsi Trilema Dalam mengambil keputusan, seringkali ada 2 pilihan yang bisa kita pilih. Terkadang kita perlu mencari opsi di luar dari 2 pilihan yang sudah ada. Kita bisa bertanya pada diri kita, apakah ada cara untuk berkompromi dalam situasi ini. Terkadang akan muncul sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya yang bisa saja muncul di tengah-tengah kebingungan menyelesaikan masalah. Itulah yang dinamakan investigasi opsi trilema. 
  8. Buat Keputusan Akhirnya kita akan sampai pada titik di mana kita harus membuat keputusan yang membutuhkan keberanian secara moral untuk melakukannya (https://lms20-gp.simpkb.id/mod/questionnaire/view.php?id=190795)

           Setelah melawati langkah-langkah pengujian dan pengambilan  keputusan diharapkan keputusan yang diambil tepat dan  tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika di lingkungan sekolah tentunya pemahaman tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran harus saya  imbaskan ke rekan sejawat dan juga warga sekolah lainnya sehingga nantinya kami akan memiliki pemahaman yang sama dalam pengambilan keputusan yang tepat. misalnya dalam menentukan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru apabila dalam menentukan keputusan penggunaan metode tersebut sudah berpihak kepada murid dalam hal ini tentang metode yang digunakan oleh guru, media dan sistem penilaian yang dilakukan yang sudah sesuai dengan kebutuhan murid, maka hal ini akan dapat memerdekakan murid dalam belajar dan pada akhirnya murid dapat berkembang sesuai dengan potensi dan kodratnya sehingga murid akan belajar menjadi orang-orang yang merdeka, kreatif , inovatif dalam mengambil keputusan yang menentukan bagi masa depan mereka sendiri. Di masa depan mereka akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang matang, penuh pertimbangan dan cermat dalam mengambil keputusan-keputusan penting bagi kehidupan dan pekerjaannya. Keputusan yang berpihak kepada murid haruslah melalui pertimbangan  dimana dilakukan terlebih dahulu pemetaan terhadap minat belajar, profil belajar dan kesiapan belajar murid untuk kemudian dilakukan pembelajaran berdiferensiasi yaitu melakukan diferensiasi konten, diferensiasi proses dan diferensiasi produk dan memasukkan muatan KSE dalam pembelajarannya.

        Kesimpulan yang didapat dari pembelajaran modul  3.1 pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran jika dikaitkan dengan modul-modul sebelumnya adalah Pengambilan keputusan adalah suatu kompetensi atau kemampuan  yang harus dimiiki oleh seorang guru dengan berpedoman  kepada filosofi Ki Hajar Dewantara dimana guru menjadi teladan bagi peserta didik  dan memberikan bimbingan serta memberi dorongan dan semangat kepada mereka agar mereka  mampu mengembangkan bakat yang dimilikinya  selain itu dengan memahami peran dan nilai-nilai guru penggerak akan berdampak pada nilai-nilai kebajikan yang nantinya ikut mempengaruhi keputusan yang diambil.  Dalam pengambilan keputusan seorang guru juga  harus memiliki kesadaran penuh (mindfullness) sehingga keputusan yang diambil tepat dan berdampak pada peserta didik .

        

 

0 Comments:

Posting Komentar

Kegiatan  Lokakarya Orientasi  Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 8 Kabupaten   dilaksanakan pada hari   Sabtu, tanggal 13 Mei 2023   di   ...