Senin, 08 November 2021

2.1.a.9. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1 (Pembelajaran Berdiferensiasi)



Pembelajaran Berdeferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap peserta didik. pembelajaran berdiferensiasi ini dapat dilakukan di kelas. dengan menerapkan strategi diferensiasi yaitu:
  1. Diferensiasi konten. Dalam satu tujuan belajar, guru dapat menyiapkan konten belajar yang dapat memenuhi kebutuhan seluruh peserta didik yang berbeda-beda. Konten pembelajaran bervariasi sesuai kebutuhan peserta didik bisa melalui poster, media PPT maupun video dan lainnya.
  2. Diferensiasi proses. pada saat proses pembelajaran, guru dapat memvariasikan strategi kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kesiapan dan profil belajar tiap peserta didik. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan membedakan bentuk-bentuk bantuan belajar yang dapat mendukung murid untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya dengan menerapkan strategi instruksional perancah atau Scaffolding. Dengan bentuk dukungan yang sesuai, cukup, dan tepat sasaran, dengan demikian  maka tujuan pembelajaran yang diharapkan  akan dapat tercapai dengan maksimal.
  3. Diferensiasi produk. Diferensiasi produk belajar dalam satu tujuan belajar juga dapat dilakukan dengan memberikan keleluasaan siswa untuk memilih jenis produk dan cara mengomunikasikan hasil kerjanya
Proses pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal dapat dilakukan dengan mengindentifikasi  kebutuhan peserta didik melalui 
  1. Kesiapan belajar (cepat-lambat, kongkret-abstrak, mandiri-bantuan) 
  2. Minat peserta didik dapat dilakukan mencari kecocokan antara minat dengan tujuan pembelajar, menunjunkkan koneksi antar materi pembelajaran,menjembatani pengetahuan awal peserta didik dengan yang baru, dan memotivasi peserta didik
  3. Profil belajar murid (gaya, kecerdasan dan latar belakang). 
Menurut Ki Hajar Dewantara guru diibaratkan seorang petani dan murid adalah benihnya yang tumbuh berbeda jenis dan perkembangannya. tentunya setiap anak diperlakukan sesuai kodratnya karena setiap anak merupakan suatu pribadi yang unik, yang mempunyai karakter khas yang membedakannya dengan anak lainnya karena sejak dilahirkan setiap anak mempunyai perilaku, karakter, bakat, minat, dan kecerdasan yang berbeda. Jika dikaitkan dengan modul sebelumnya sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara guru dituntut untuk menuntun peserta didij sesuai kodrat alam dan kodrat zaman.Guru penggerak yang memiliki nilai mandiri,reflektif, kolaboratif dan inovatif tentunya akan berusaha menjalankan perannya secara optimal dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Untuk dapat mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang optimal disinilah peran guru dalam memodifikasi pembelajaran dengan sedemikian rupa untuk dapat memenuhi kebutuhan belajar murid yang berbeda beda tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Hal utama yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan memetakan kebutuhan belajar siswanya. Guru dapat merancang, menerapkan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan siswa itu sendiri. Dengan terpenuhinya kebutuhan belajar siswa yang berbeda- beda tersebut, maka prestasi belajar optimal dapat  sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.



0 Comments:

Posting Komentar

Kegiatan  Lokakarya Orientasi  Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 8 Kabupaten   dilaksanakan pada hari   Sabtu, tanggal 13 Mei 2023   di   ...